Tenaga Kerja Mulai Banyak Merasakan Kesejahteraan


Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. MTVN/Dian Ihsan S.


         Selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) memimpin Indonesia, banyak tenaga kerja yang mendapatkan kesejahteraan lewat program yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto saat wawancara khusus bersama Metrotvnews.com.


"Yang jelas Presiden Jokowi punya rencana kerja strategis nasional. Salah satu di antaranya rencana kerja itu dibidang kesejahteraan. Ukuran dari kesejahteraan ini adalah yang terimplementasi di BPJS TK seberapa besar masyarakat bekerja yang mendapat kesejahteraan tenaga kerja," tutur Agus.

Agus menjelaskan, grafik pertumbuhan kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan mengalami peningkatan yang signifikan. Seperti diketahui, total peserta di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 48 juta orang, sedangkan peserta yang aktif hanya 23,8 juta orang.

"Kemudian dari perluasan cakupannya, di mana sebelumnya kita hanya mengkover pekerja formal saja. Tapi, sejak Pemerintah Presiden Jokowi ini mulai diterapkan untuk mengkover tidak hanya pekerja formal tapi juga pekerja informal," papar Agus.

Agus menambahkan, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) harus memperoleh perlindungan, baik sebelum berangkat, pada saat berada di negara penempatan mereka bekerja hingga balik ke Indonesia kembali.

Program perlindungan untuk TKI ini, Agus mengaku, sudah berjalan sejak 1 Agustus 2017 lalu. Antusias peserta yang ingin mendaftar dalam program tersebut sangat besar sekali.

"Dan tidak secara atau tidak miskin pada saat mereka balik, mereka sudah dapat perlindungan dari kita. Bentuknya apa, bentuknya adalah jaminan sosial. Alhamdulilah 1 Agustus ini perlindungan itu sudah mulai. Jadi ini adalah bentuk kehadiran negara untuk melindungi para TKI. Dan ini sesuai arahan Presiden Jokowi," tukas Agus.


Sumber : Metro

No comments

Powered by Blogger.