Tiga Perempuan Pengebom Bunuh Diri Serang Pengungsi, 28 Orang Tewas




Tiga perempuan pelaku bom bunuh diri meledakkan diri mereka di pintu masuk sebuah kamp pengungsi di Nigeria timur laut.

 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Akibat serangan itu, sedikitnya 28 orang tewas dan 82 orang lagi terluka. Sejumlah korban luka dalam kondisi kritis yang memicu rasa khawatir akan keselamatan nyawa mereka.

Menurut kantor berita Perancis, AFP, serangan tersebut merupakan yang terbaru di negara yang dirundung pemberontakan kelompok Boko Haram, yang terjadi sejak lebih delapan tahun silam.

Tiga perempuan itu meledakkan diri mereka di pintu masuk kamp penampungan warga yang telah kehilangan tempat tinggal mereka di kota Mandarari, 25 kilometer dari Maiduguri, ibu kota negara bagian Borno, Nigeria timur laut.

Baba Kura, anggota pasukan keamanan lokal menyebutkan, "Tiga wanita pengebom meledakkan diri mereka di kamp pengungsi sehingga menewaskan 28 orang dan melukai 82 lainnya."

Penyerang pertama meledakkan dirinya sehingga menimbulkan kepanikan luar biasa, kata Kura.

"Orang-orang berusaha menutup toko-toko mereka ketika dua perempuan pengebom lainnya meledakkan diri mereka, sehingga jatuh lebih banyak korban lagi,” ujarnya.

Ibrahim Liman, komandan pasukan milisi anti-jihadis setempat, mengkonfirmasi rincian serangan tersebut. Ia mengatakan, lebih dari 80 orang terluka telah dibawa ke rumah sakit di Maiduguri.

Seorang sumber di rumah sakit di Maiduguri mengatakan "sejumlah besar" pasien telah tiba.

Nigeria timur laut merupakan sarang aktivitas kelompok jihadis Boko Haram, yang selama ini melakukan penembakan, pengeboman, penculikan, dan kekerasan mematikan lainnya.

Kelompok Borok Ini meluncurkan sebuah pemberontakan pada tahun 2009 yang telah membunuh sekitar 20.000 orang dan menyebabkan 2,6 juta lainnya mengungsi dan hal itu membuat Nigeria menjadi salah satu medan krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Hampir dua juta orang menderita gizi buruk akut, menurut angka yang dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Setelah dipilih menjadi Presiden Nigeria pada 2015, Muhammadu Buhari menjadikan perang melawan pemberontakan Boko Haram menjadi prioritas kerjanya.

Buhari merebut kembali beberapa wilayah terpencil dari kelompok tersebut dan menyatakan bahwa Boko Haram "kalah secara teknis".

Namun pada 2017 telah terjadi lonjakan serangan, termasuk sebuah serangan terhadap tim eksplorasi minyak yang menewaskan 69 orang di Borno pada Juli sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa Boko Haram telah kembali menguat.

Pada Agustus ini, bagaimanapun, 72 orang telah terbunuh di Nigeria timur laut, termasuk 31 nelayan di pulau-pulau di Danau Chad.

sumber : kompas

No comments

Powered by Blogger.