Tulang Kepala Amblas, Bayi Ini Malah Diabaikan Orangtuanya


Bayi Thailand yang memiliki tulang kepala retak dan ditinggalkan orang tuanya.


        Seorang bayi berusia delapan bulan memiliki celah pada kepalanya sedalam dua inci atau sekitar 5 cm. Di tengah kondisi memprihatinkan itu, orangtua malah mengabaikannya.




Padahal balita tersebut tengah berpacu dengan waktu untuk mendapatkan perawatan untuk menyelamatkan nyawanya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (28/8/2017), Simon Sama dari Nong Khai di timur laut Thailand itu terlahir dengan kepala sangat besar pada Januari 2017 ini. Sebelumnya dokter sudah memperingatkan bahwa akan ada komplikasi atas kelahiran si bayi.

Mereka kemudian mengoperasi bayi itu dan menyedot cairan berlebih dari kepalanya. Namun perubahan tekanan yang tiba-tiba menyebabkan tengkoraknya retak dan patah.

Setelah mengalami deformitas -- mengakibatkan celah sekitar 5 cm, Simon diabaikan oleh orang tuanya. Sang nenek, Nooplang yang kemudian merawatnya. Wanita 48 tahun itu yang sehari-hari berada di sampingnya.

Kini kondisi Simon kian memprihatinkan. Setiap hari ia hanya terdiam lesu.

"Simon seperti sayuran sekarang. Ia tak banyak bersuara atau merangkak seperti anak-anak lain seusianya," ujar sang nenek.

"Kami menunggu dan terus menunggu untuk bertemu dokter lagi. Retak di kepalanya tampak seperti semakin besar, sehingga kami pikir ada lebih banyak air di tengkoraknya."

Keponakan Nooplang, Fern Warapoll, yang juga membantu merawat Simon menambahkan, "Dokter-dokter itu pertama kali melakukan operasi cairan di kepalanya tapi tidak berhasil."

"Setelah operasi, kepalanya seperti ada lubang di dalam dan dia seolah tak bernyawa. Kami tidak tahu apakah dia akan sembuh?" imbuh Warapoll.

"Kami tak tahu apakah kondisinya akan lebih baik atau semakin memburuk. Para dokter juga tidak tahu. Kami ingin dokter, entah di mana, siapa pun yang bisa membantu. Kami butuh bantuan untuk membuat hidupnya lebih baik," harap Warapoll.

Bayi Simon kini tengah menunggu pemeriksaan berikutnya di rumah sakit pada November, untuk mengetahui apakah cairan di kepalanya perlu disedot kembali.


Sumber : liputan 6

No comments

Powered by Blogger.