Banyak Warga Menjadi TKI, Menaker Resmikan Kuripan Sebagai Desmigratif

sumber photo:kabarindonesia
Desa Kuripan terpilih sebagai salah satu desa percontohan bagi program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang digalakkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker).

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Desmigratif merupakan program terobosan Kemnaker dengan berkerjasama dengan berbagai lembaga terkait untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan TKI yang ditujukan bagi desa yang menjadi kantong-kantong Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Peresmian Desa Kuripan sebagai Desmigratif oleh Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, berlangsung pada Hari Jum’at (30/12) di Balai Desa Kuripan, Wonosobo.

Pemilihan Desa Kuripan menjadi Desa Percontohan Program Desmigratif bukan tanpa alasan. Pasalnya, desa ini memiliki banyak warga yang memilih berprofesi sebagai TKI di luar negeri.

Data yang dimiliki Pemerintah Desa Kuripan menunjukkan bahwa jumlah warga yang tercatat sebagai TKI aktif adalah sebanyak 170 orang, sedangkan 178 warga lainnya tercatat sebagai TKI purna.

Pogram Desmigratif memang dirancang salah satunya untuk menekan jumlah TKI Non-Prosedural. Karena TKI Non-Prosedural sangat dekat kaitannya dengan tindak pidana perdagangan manusia (human trafficking) yang kerap melibatkan masyarakat desa sebagai korbannya.

"Selama ini warga dapat info tentang TKI dari calo-calo yang banyak beredar di desa, ke depannya Pemerintah Desa yang harus bisa memberi informasi tentang cara menjadi TKI sesuai dengan prosedur yang berlaku," tegas Menaker dalam sambutannya.

Menurut Menaker, TKI sejak pra, hingga kembali ke daerah asal harus aman, cepat, mudah dan berbiaya murah. Desmigratif juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan para stakeholder dalam upaya memperbaiki nasib dan perlindungan kepada masyarakat yang akan menjadi TKI ke luar negeri maupun yang telah menjadi purna TKI.

Sumber:kabarindonesia

No comments

Powered by Blogger.