Bekal Mandiri, TKI di Taiwan Digembleng Pelatihan Membuat Kue dan E-Commerce


Para peserta pelatihan pembuatan kue menyimak penjelasan dari tutor di ruang praktikum


      Kisah tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri tak melulu berisi kesedihan dan cucuran air mata. Di Taiwan, para TKI mengisi waktu luang pada hari libur dengan berlatih membuat kue tradisional khas Taiwan serta pelatihan bisnis e-commerce.



Tak kurang dari 40 orang hadir dalam pelatihan yang diadakan di Kainan Vocational High School, Taipei, Taiwan, Minggu

Mereka direncanakan mengikuti pelatihan secara intens setiap minggu sebanyak 10 kali pertemuan atau sekitar 2,5 bulan ke depan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat, sebab benar-benar mendidik kita mengolah kue dari tahap pengenalan bahan-bahan hingga jadi,” tutur Nurnaningsih dalam rilis dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei kepada Tribunjateng.com.

TKI asal Wonosobo, Jawa Tengah, ini bahkan telah berancang-ancang membuka usaha sekembalinya di Indonesia.



“Saat ini, saya sudah merintis toko kue dengan saudara di Kebumen. Nanti dengan bekal ilmu ini, saya mau mandiri, membuka toko kue sendiri,” ujar TKI yang sebelumya juga rutin mengikuti beragam pelatihan di Taiwan ini.

Nurnaningsih menjelaskan, keluarga majikan sangat mendukungnya dengan memberikan izin libur bagi TKI yang bekerja di Daan District, Taipei, ini.

“Pelatihan intens selama 2,5 bulan ini sangat efektif. Insyaallah akan banyak ilmu yang bisa kami serap,” timpal Tarnia Tari.

TKI yang juga ketua Fathayat Nahdlatul Ulama (NU) Taiwan ini menuturkan, pelatihan ini merupakan oase bagi TKI yang membutuhkan kegiatan positif dan produktif di hari libur. 

Untuk menunjang kualitas kegiatan, pelatihan hasil kerja sama KDEI Taipei dan Global Workers Organization (GWO) ini diadakan di ruang praktikum.

Bagi TKI yang berlatih membuat kue, seluruh bahan-bahan membuat kue telah disediakan, termasuk peralatan mengolah kue.

Adapun untuk kelas bisnis e-commerce, tersedia komputer bagi masing-masing peserta.

Ada pula tutor yang memandu pengenalan bisnis e-commerce, penerapan sistem aplikasinya, strategi pemasaran produk, pemilihan transaksi pembayaran, dan cara mengelola bisnis e-commerce.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian khusus bagi TKI, sehingga dapat berwirausaha ketika kembali ke Indonesia,” tandas Kepala KDEI Taipei, Robert J. Bintaryo didampingi Kabid Ketenagakerjaan Devriel Sogia Raflis dan Analis Ketenagakerjaan Farid Ma'ruf.

“Manfaat lain adalah menambah jaringan dan relasi, bisa bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi program pemberdayaan terintegrasi oleh Kemenaker dan BNP2TKI sesuai minat dan potensi,” imbuhnya.

Sumber : Tribun

No comments

Powered by Blogger.