Bergerombol dan Berjualan Di Hari Libur, TKW di Singapura Dianggap Mengganggu Kenyamanan Warga


Orchad Road merupakan salah satu kawasan strategis dan menjadi bagian penting bagi domestic helper yang bekerja di Singapura.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Pasalnya, dikawasan tersebut selain menjadi sentral mereka mengisi liburan, juga menjadi pusat dari berbagai kepentingan mereka. Mulai dari belanja, berkirim uang, berkirim barang, hingga berkegiatan.

Keberadaan para helper asing dikawasan tersebut, termasuk BMI salah satunya, rupanya menarik perhatian masyarakat Singapura, khususnya mereka yang menjadi pelaku usaha dan yang menggunakan fasilitas umum di kawasan tersebut.

Pasalnya, disamping sering dituding dengan bergerombolnya mereka di jalur pedestrian, di lorong dan tangga bangunan hingga mengganggu kenyamanan warga lokal yang sedang berkepentingan, kerumunan PRT asing di temppat tersebut dituding telah melanggar visa kerja dan para pedagang terkena imbasnya.

Dikutip dari harian Shin Min, Chia (50) warga Singapura yang menjadi salah satu pelaku usaha di kawasan Orchad Road mengaku melihat aktifitas paka PRT asing di kawasan tersebut sedang berdagang dan terjadi transaksi diantara sesama PRT.

Chia mengaku, melihat mereka ada yang berjualan pakaian, makanan, hingga jasa perawatan kecantikan. Adanya praktek tersebut, membuat Chia dan puluhan pelaku usaha seperti Chia mengaku mengalami penurunan transaksi cukup signifikan disaat para PRT menjalani hari libur.

Chia bersama 10 orang rekan seprofesinya pernah mengadukan hal tersebut ke pengelola kawasan perbelanjaan Orchad Road. 

Chia menyampaikan bahwa kegiatan usahanya sangat terganggu dengan keberadaan PRT asing di tempat tersebut. Namun pihak pengelola mengaku tidak bisa melarang mereka (PRT asing) lantaran mereka melakukan ditempat umum.

Wartawan Harian Shin Min pernah mewawancarai beberapa orang pekerja rumah tangga asing yang biasa menghabiskan waktu liburnya di tempat tersebut.

Namun, beberapa yang diwawancara secara terpisah, menyatakan, tidak pernah melakukan aktifitas bisnis. Yang dilakukan di kawasan tersebut tidak lebih dari sekedar menghabiskan waktu libur dengan berbagai kegiatan positif seperti pelatihan, dan bertukar cerita dengan teman.

Triyana, seorang BMI Singapura asal Jawa Timur menuturkan sebenarnya, banyak BMI dan pekerja asal negara lainnya seperti Filipina, Myanmar, Vietnam yang melakukan aktifitas jual beli.

“Mereka banyak kok yang melakukan aktifitas jual beli. Yang dijual ya macam macam. Ada yang jualan makanan seperti sambel pecel kemasan, kue, pakaian, bahkan produk kosmetik” aku Triyana.

“Mereka melakukan itu kan bagus mas. Memanfaatkan hari libur dengan aktifitas yang menghasilkan. Saya melihat mereka itu sangat salut, dibanding teman-teman yang memanfaatkan liburan untuk kencan dengan Banglades, pakistan, India, Nepal. Apa hasilnya coba ? Dipeloroti iya, diuntungkan, nggak sama sekali” imbuh Triyana.

Terlepas dari kebenaran pihak-pihak pemberi pernyataan, jika kembali ke tata aturan yang berlaku, visa yang dimiliki oleh PRT Asing di Singapura, termasuk BMI adalah sebagai sebagai domestic helper, bukan visa berdagang.

Sumber:de-yuan

No comments

Powered by Blogger.