BMI Asal Ponorogo Divonis Penjara 5,5 Bulan Usai Ditangkap Imigrasi Saat Bekerja Di Restoran Milik Majikannya

ilustrasi
Wati, BMI asal Ponorogo Jawa Timur yang bekerja di Hong Kong ini harus mendekam di hotel prodeo selama 166 hari atau selama 5,5 bulan usai tertangkap pihak imigrasi Hong Kong saat tengah mencuci piring di restoran milik majikannya.
 
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

 
Sedangkan majikan Wati yang mempekerjakannya secara ilegal tersebut tidak mendapat sanksi atau denda apapun. Bebas lepas begitu saja diatas derita Wati.

Sebagaimana dilansir dari suara.com.hk, bermula dari kejadian tanggal 20 September 2016 silam, “Dai Dai saat itu ngomongnya baik, dia bilang, kamu mau nggak bantuin cuci piring dulu di restoranku? Nanti aku bayar HK$ 100 per hari. Kalau aku sudah dapat orang lagi (untuk cuci piring di restoran), kamu nggak usah bantuin lagi. Cuma sekali ini saja, soalnya sibuk sekali,” kata Wati menirukan perkataan majikannya.

Wati semula menolak namun  akhirnya jatuh kasihan kepada Dai Dai dan menurut juga. Namun sekitar pukul 4.15 sore, Wati yang sedang mencuci piring di dapur restoran ikut kena gerebek saat beberapa petugas Imigrasi yang menyerbu masuk.

BMI ini kena tahan 2 bulan 10 hari di Lo Wu sambil menunggu kasusnya naik ke pengadilan. Selama di penjara inilah, Wati sempat 4 kali menulis surat kepada Dai Dai Majikan untuk tolong. Namun Dai Dai tak jua membalas atau peduli akan nasib Wati. Apalagi datang menjenguk.

“Aku sudah nggak kuat lagi, Kak, kalau harus menunggu lagi. Kasusnya sudah hampir setahun ini, aku sudah nggak kuat menunggu lagi,” kata Wati lalu menunduk menahan tangis, sebagaimana dilansir dari laman suara.com.hk sebelum sidangnya dimulai di Pengadilan Shatin, Selasa, (12/9/2017).

Wati yang putus asa akhirnya mengangguk setuju saat Petugas Imigrasi menawarinya bersaksi menuntut Majikan. Dai Dai ternyata sudah sering mempekerjakan pendatang illegal namun belum juga bisa dituntut ke pengadilan karena belum ada saksi yang kuat. “Kata Imigrasi, kalau aku mau jadi saksi (untuk kasus majikan), hukumanku sendiri natni bisa diperingan,” kata Wati.

Namun menjadi saksi berarti Wati harus menunggu Imigrasi menginvestigasi dan menyusun tuntutan melawan Majikan ke Pengadilan Distrik. Selama itu, Wati ditampung di shelter Christian Action. Dia juga tak boleh keluar dari Hong Kong dan tak boleh bekerja.

“Tapi sudah terlalu lama,aku nggak sanggup lagi nunggu,” kata Wati, berbisik. BMI ini akhirnya putus asa. Dia memilih membatalkan diri sebagai saksi melawan majikan, dan langsung mengaku bersalah telah melanggar visa buruh migran dan melakukan kerja illegal.

“Kamu tahu kan, kalau dengan batal jadi saksi menuntut majikanmu ini berarti kamu akan langsung divonis? Kamu memang telah membantu petugas menuntut majikanmu ke Pengadilan Distrik, tapi dengan kamu menarik diri jadi saksi, artinya majikanmu otomatis bebas karena kasusnya juga akan batal,” kata Hakim Winnie Law di sidang Pengadilan Shatin, Selasa, (12/9/2017).

Setyowati hanya menundukkan kepala dan mengangguk pasrah. BMI ini akhirnya divonis penjara selama 5,5 bulan dan langsung dibawa ke penjara usai sidang.
 
Sumber: de-yuan


No comments

Powered by Blogger.