Cara Xiaomi siasati kualitas dan harga murah


Ilustrasi

     Xiaomi memang dikenal dengan smartphone ramah dikantong, namun kualitas boleh diadu. Misalnya saja smartphone yang baru dirilis, Mi A1. MiA1 ini dari sisi speknya cukup bagus. Seperti menggunakan dual kamera belakang dengan resolusi 12 MP. Ini mirip mirip kamera ganda yang dimiliki iPhone 7. Sedangkan kamera depan memiliki resolusi 5MP.



Sementara, dapur pacunya, mereka membenamkan prosesor octa core Snapdragon 625 yang mampu mendongkrak kinerja smartphone. Dari sisi RAM, mereka membekali 4GB dan kapasitas memori internal 64 GB. Xiaomi Mi A1 juga menggunakan layar 5,5 inci full HD. Dengan spesifikasi itu, mereka hanya banderol harga Rp 3.099.000.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara Xiaomi melakukan hal itu? Pada acara Mi Forum, Founder sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun menjelaskan rahasia produknya bisa kompetitif.

Rahasianya, terletak pada kelipatan harga penjualan barangnya setelah produksi. Maksudnya, dia menjual produknya itu tak terlalu tinggi dari biaya produksi.

"Perusahaan smartphone lainnya biasanya dijual 2,5 kali dari modal. Sementara, harga jual kami tak sampai 1,1 kali dari modal. Jadi, dengan sangat mudah kami bisa buat produk yang kompetitif tapi bisa bisa bersaing," ungkapnya di Jakarta, Rabu (26/9).

Selain itu, Lei memang memperkuat Xiaomi dari sisi bahan baku dan riset. Hal ini seperti misinya yang ingin menjadi pelopor inovasi.

Skema-skema yang lainnya seperti marketing dan distribusi penjualan, tak terlalu difokuskan. Misalnya saja untuk budget marketing, mereka tiadakan. Sedangkan distribusi, diurus sendiri. Bahkan profit pun tak seberapa atau boleh dikatakan nol. Tetapi itu dulu.

Justru langkah yang dilakukannya itu, pada akhirnya membawa Xiaomi seperti sekarang. Mereka mampu bersaing dengan brand-brand besar. 


Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.