Gara-gara lelehkan saringan sayur, BMI kena terminit Majikan

Ellis

      ELLIS, BMI asal Banyuwangi,akhirnya kena terminit hanya karena melelehkan saringan sayur plastik akibat meletakkannya terlalu dekat kompor. Majikan beralasan, dia khawatir Ellis bisa mengakibatkan kebakaran seandainya kecerobohannya itu terulang lagi.



Selain itu, Majikan juga menuduh BMI yang baru pertama kali bekerja di Hong Kong tersebut telah sembarangan memberikan obat batuk kepada Mui Mui, tanpa sepengetahuan Majikan.

“Saya bisa terima kalau dia memang mau terminit, tapi setelah itu saya dibawa ke rumah kakaknya di Tin Shui Wan dan disuruh kerja di sana, bukannya langsung dibawa ke agen, kalau memang benar-benar mau terminit. Itu kan tidak benar?,” kata Ellis kepada SUARA, usai sidang di Labour Tribunal.

Hong Kong-Ellis mulai bekerja di Majikan di Sau Kei Wan tersebut pada 20 Juni 2017. Namun masalah mulai muncul sejak semula,terutama karena Majikan menolak memberikan makan  kepada Ellis dan meminta BMI ini membelinya sendiri ke toko-toko Indonesia.

Majikan baru akan memberinya uang makan di akhir bulan bersamaan dengan gaji. Majikan hanya mengijinkan Ellis mengambil nasi putih, untuk kemudian dimakan bersama lauk yang dibeli sendiri.

“Tapi saya kan baru datang dari Indonesia, nggak punya uang. Pas lapor ke agen, saya dipinjami uang HK$ 100 untuk beli makan dulu setiap hari,” kata Ellis, berkisah.

Masalah lain muncul saat Ellis sembarangan memberikan obat batuk kepada Mui Mui tanpa minta jin terlebih dahulu kepada Majikan. BMI ini rupanya belum mengerti benar budaya orang tua di Hong Kong yang bisa marah besar, jika tahu anaknya diberikan obat secara sembarangan.

Akhirnya pada 4 Juli 2017, Ellis kembali kena semprot gara-gara meletakkan saringan sayur plastik dekat kompor hingga meleleh. 
Majikan langsung membawa Ellis menuju rumah kakak majikan di Tin Shui Wan. Alasannya, Majikan takut Ellis akan kembali ceroboh dan menimbulkan kebakaran.

Ellis yang kebingungan lantas menelepon kakaknya yang juga bekerja sebagai BMI di Hong Kong. Dari sanalah, BMI ini disarankan untuk segera keluar dari rumah kakak majikan dan pergi ke agennya di Mong Kok.

Ellis kemudian ditemani kakaknya untuk menuntut gaji serta uang tiket ke Majikan ke Labour Tribunal, setelah sang Majikan hanya berniat memberikan tiket pulang saja. “Masakan dia cuma mau kasih HK$ 2000? Tiket saja kan sudah lebih mahal dari itu, belum lagi gaji kok nggak dibayar?”, kata Ellis.

Upaya damai lewat rapat di Labour Tribunal rupanya tak juga berhasil hingga akhirnya pada 31 Agustus 2017, Hakim menyidangkan kasus sengketa Ellis dan majikannya itu.
Pada akhir sidang, Hakim memutuskan Majikan harus membayar gaji dan tiket Ellis hingga total HK$ 5200.


Sumber : Pahlawan Devisa

No comments

Powered by Blogger.