Hujan Tak surutkan TKI Hong Kong Salat Idul Adha

ilustrasi

Hujan rintik-rintik tidak menyurutkan para tenaga kerja Indonesia di Hong Kong menunaikan salat Idul Adha di lapangan Indian Club, Jumat.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Mereka juga khidmat mendengarkan khutbah yang dibawakan guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, Prof M Ali Azis.

"Pada era sosial media yang canggih, cepat, dan memudahkan orang menyebarkan berita saat ini, kita jangan terpancing untuk menyebarkan berita tanpa disaring terlebih dahulu," kata khotib.

Menurut Ali, turut menyebarkan berita buruk dan tidak benar merupakan perbuatan dosa.

"Oleh sebab itu, mari kita semua agar selalu takut kepada Allah semata," ujarnya, mengingatkan.

Memang tidak semua TKI beragama Islam yang mayoritas perempuan tersebut bisa mengikuti Shalat Id pada tahun ini karena hari kerja dan hari pertama masuk sekolah setelah libur musim panas.

Konsulat Jenderal RI di Hong Kong telah menyediakan surat izin tidak masuk kerja yang diperlukan TKI kepada majikan dalam tiga bahasa yang dapat diunduh melalui akun Facebook KJRI.

Dalam sambutannya, Konjen RI di Hong Kong Tri Tharyat berpesan kepada seluruh warga negara Indonesia yang rela berkorban meninggalkan sanak saudara di Indonesia agar terus berupaya meningkatkan dan menggali potensi diri guna mencapai taraf kehidupan yang lebih baik.

KJRI Hong Kong juga akan terus meningkatkan upaya pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong.

Pada tahun ini, Tri telah melepas sebanyak 33 WNI yang berangkat ke Tanah Suci dari Hong Kong untuk menunaikan ibadah Haji, Jumat (25/8) lalu.

Taiwan
Sementara itu, Shalat Idul Adha yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan di kompleks Taipei Main Station juga diikuti ribuan TKI, baik pria maupun wanita.

Oleh karena kedatangan jamaah secara bergelombang dan dalam waktu yang tidak bersamaan, pihak panitia mengadakan Shalat Idul Kurban tersebut hingga tiga gelombang.

Masing-masing gelombang, pasangan khotib dan imam berbeda, namun dari kalangan PCINU Taiwan.

Shalat Id juga digelar di beberapa kantung-kantung TKI di Taiwan, seperti Donggang, Yilan, Nankang, Taichung, dan Kaohsiung.

Sumber:antaranews

No comments

Powered by Blogger.