Ini Dia TKI Teladan 2017, Enam Tahun Kerja di Korea Selatan Tak Pernah Bolos

sumber photo:tribunnews

Hajat Febrianto (31), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kendal, Jawa Tengah, dinobatkan menjadi TKI Teladan 2107.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Penghargaan diberikan oleh Konsulat Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul Korea Selatan, Minggu (27/8/2017).

Dilansir dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, Hajat telah bekerja selama enam tahun di Korea Selatan.

Ia datang ke Seoul pada 2011, menggunakan visa setengah terampil (E-9).

Tahun 2016, Hajat telah mengubah visanya menjadi visa terampil (E-7).

Visa E-7 merupakan visa yang diberikan kepada warga asing di Korea yang memiliki skill tertentu, atau dikategorikan sebagai ahli.

Untuk bisa mendapatkan visa jenis E-7, seorang TKI harus bekerja minimal empat tahun di perusahaan yang sama alias tidak pindah, meraih sertifikat kemampuan bahasa Korea tingkat menengah (TOPIK II level 3 atau 4), serta mendapat rekomendasi dari perusahaan bersangkutan.

"Direktur saya yang memberikan informasi dan merekomendasi untuk ganti visa dari E-9 ke E-7," jelas Hajat.

Selain itu, menurut Hajat, wakil CEO di perusahaannya, ikut membantu membuatkan kliping pelajaran Bahasa Korea, sehingga dirinya dapat lolos level 3 TOPIK II.

"Selama enam tahun bekerja, saya belum pernah bolos atau pun tidak masuk karena alasan apa pun," tuturnya.

Hajat mengatakan, sikapnya yang berdedikasi pada perusahaan menjadi faktor perusahaan memberikan rekomendasi untuk mengganti status visanya di Korea.

"Saya membantu hal lain, seperti menyapu area pabrik dan menjadi jembatan komunikasi antara bos perusahan (Sajangnim) den pekerja Indonesia lainnya," kata Hajat.

Ia mengakui, dedikasi pada perusahaan sulit dipertahankan, karena dari kanan kiri banyak tawaran untuk bekerja dengan gaji yang lebih menggiurkan.

"Pernah menolak tawaran untuk bekerja di tempat lain dengan gaji sekitar 2,5 juta won per bulan (Rp 29 juta), padahal di tempat Hajat menerima sekitar 2,1 juta won (Rp 25 juta) per bulan," ungkapnya.

Visa E-7 yang kini dipegang Hajat membuat dirinya bisa terus tinggal dan bekerja di Korea Selatan, selama perusahaan memperbarui kontraknya setiap tahun.

"Perusahaan bahkan meminta untuk kembali meng-upgrade status visa, serta menawari untuk menghijrahkan keluarga tinggal di negeri kimchi dengan bantuan fasilitas rumah tinggal. Namun saya menolak," tambah Hajat.

Rencananya, Hajat akan pulang tahun depan.

"Rencananya saya mau buka toko kamera dan lampu LED di Grogol dengan kakak saya," tutur Hajat yang sudah menghasilkan rumah dan sawah serta modal untuk usaha di Indonesia.

Hajat saat ini bekerja di perusahaan metal. Ia diberikan penghargaan dari kerja keras dan dedikasi terhadap pekerjaan berupa Ambassador Award serta uang tabungan sebesar 2 juta won (Rp 23 juta) dari BNI dan BPJS Ketenagakerjaan 2017.

Sebelum ke Korsel, ia pernah bekerja jadi teknisi eletronik hingga bidang pemasaran, dan ia kini telah memiliki toko alat listrik di daerah Boja, Kendal.

"Hajat seorang TKI yang ideal untuk diberikan penghargaan sebagai TKI Teladan. Setelah sukses di Korea, segera pulang untuk meraih sukses yang lebih tinggi di Indonesia sebagai pengusaha," papar Umar Hadi, Dubes RI di Seoul, Korea Selatan. 

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.