Ini Hak-hak Peserta Program Perlindungan TKI BPJS Ketenagakerjaan

ilustrasi
Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Tengah dan DIY mencatat sebanyak 4.279 orang di Jateng dan DIY mendaftarkan diri sebagai peserta program perlindungan TKI sejak program itu diluncurkan 1 Agustus 2017 lalu.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Total iuran yang yang telah dibayarkan peserta sejumlah Rp 370.836.000.

Khusus di Kabupaten Banyumas dan Cilacap, terdapat 1.924 TKI yang telah mendaftar dengan total iuran sebesar Rp 102.382.000.

Secara nasional, ada 49.628 orang resmi mendaftar menjadi peserta program perlindungan TKI dengan total iuran lebih dari Rp 7,7 miliar.

Untuk diketahui, per 1 Agustus, BPJS Ketenagakerjaan memperoleh mandat untuk melayani jaminan sosial ketenagakerjaan bagi TKI di luar negeri.

"BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY siap melayani dan menerima pendaftaran program perlindungan TKI di 12 kantor cabang di seluruh Jateng dan DIY dan 23 kantor cabang perintis," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng dan DIY Irum Ismantara, Selasa (5/9).

Pembayaran premi oleh peserta program bisa dilaksanakan melalui elektronik banking.

Program yang diwajibkan bagi TKI ini meliputi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Sejumlah manfaat dan perlindungan akan diperoleh TKI, di antaranya perawatan dan pengobatan apabila mengalami kecelakaan kerja, baik sebelum, selama maupun sesudah penempatan.

Apabila TKI mengalami cacat akibat kecelakaan kerja, akan memperoleh santunan cacat, baik cacat fungsi, cacat sebagian fungsi, maupun cacat total tetap.

Santunan kematian sebesar Rp 85 juta akan diberikan kepada ahli waris jika TKI meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ditambah biaya transportasi maksimal Rp 2,5 juta jika timbul ongkos pengangkutan saat mengalami kecelakaan kerja.

Jika TKI yang meninggal atau cacat total akibat kecelakaan kerja memiliki anak, akan mendapatkan beasiswa pendidikan mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Apabila TKI meninggal bukan karena kecelakaan kerja, baik sebelum maupun sesudah penempatan, ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp 24 juta.

Masa perlindungan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini adalah 31 bulan. Rinciannya, 5 bulan sebelum penempatan, 24 bulan di negara penempatan, 1 bulan pengurusan kepulangan ke Indonesia, serta paling lama 1 bulan setelah berada kembali di Indonesia.

"Kami bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terus menyosialisasikan program dan manfaat perlindungan bagi TKI menyusul Peraturan Menteri Tenaga Kerja Indonesia Nomor 7 tahun 2017 tentang program jaminan sosial TKI," katanya. 

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.