Jual paket obat ilegal Rp 5 ribu, warung kelontong di Tangerang incar remaja

Ilustrasi


       Polisi berhasil mengamankan penjual obat ilegal dengan modus warung kelontong yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari. Dari dua orang tersangka, polisi berhasil mengamankan ribuan pil Hexymer dan Tramadol.



Kasat Narkoba Polres Kota Tangerang, Kompol Sukardi mengatakan, kedua tersangka Damin (36) dan Eko (20) menjual obat terlarang dengan harga murah. Tujuannya, agar obat-obatan ilegal tersebut dapat dibeli oleh para remaja.

"Ada dua paket yang mereka sediakan, paket Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu," katanya di Tangerang, Selasa (26/9). 

Damin dan Eko, diketahui baru dua minggu menjual obat-obatan ilegal itu secara bebas. Dalam keterangan sementara yang diperoleh, keduanya mencoba mengelabui petugas sambil menjual barang kebutuhan pokok yang telah dua bulan mereka jalankan.

"Pembeli obat-obatan biasanya adalah anak-anak muda, anak muda yang cari mabok murah, istilahnya seperti itu," jelas Sukardi. 

Menurut Sukardi, berdasarkan keterangan para tersangka, dalam sehari mereka bisa menjual obat terlarang hingga 2.000 butir, dengan rincian 1.000 butir obat jenis Hexymer dan 1.000 butir Tramadol. Dari hasil penjualan obat terlarang, per harinya tersangka bisa mengantongi keuntungan bersih sampai Rp 400.000.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas jual-beli di warung sembako milik para tersangka. Para tersangka juga mengaku baru berjualan obat-obatan terlarang itu dua pekan terakhir. 

Dari tangan para tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 1.090 butir obat jenis Hexymer, 1.051 butir Tramadol, dan uang tunai hasil transaksi obat ilegal sebesar Rp 457.000.

Atas tindakannya, kedua tersangka dikenakan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara dan denda sampai Rp 1,5 miliar.


Sumber :  merdeka

No comments

Powered by Blogger.