Kotak Hantaran Antar Sukses Dua Bersaudara (1)


Menikah adalah impian setiap orang. Sebelum resmi mengikat janji suci, biasanya setiap pasangan melalui tahap tunangan dengan memberikan berbagai bingkisan. Agar terlihat cantik, bingkisan dikemas dalam sebuah kotak dengan desain menarik.  



Bukan hanya pernikahan, momen Lebaran, Natal, tahun baru Imlek sampai dengan kelahiran anak juga membutuhkan kotak hantaran untuk mengemas hadiah. Tingginya kebutuhan kotak hantaran mendorong banyak orang terjun ke usaha ini. Salah satunya, Nina A Kusnanto yang merintis bisnis bersama sang kakak, Yustina W Koesnanto.

Mereka merintis bisnis kotak hantaran ini pada 2 November 2014 dengan nama Lilydale Box. Produknya  meliputi sebagai macam boks hantaran, tempat make up, tempat tisu dan lainnya. Harganya dibanderol beragam mulai Rp 55.000- Rp 275.000 per pieces.

Uniknya, mereka juga menerima pesanan custom dengan berbagai macam teknik mulai dari printing, emboss, bordir, sablon dan lainnya. Bahannya bisa dipilih sesuai kebutuhan. Agar konsumen puas, Nina dan tim selalu memberikan sesi konsultasi. Tujuannya, agar boks yang dipesan sesuai dengan ekspektasi. "Karena tak semua bahan  bisa cocok untuk dijadikan boks dengan model tertentu dan selalu ada treatment berbeda-beda dalam pembuatannya," kata Nina. 

Tidak ingin repot melayani pembelian satuan, usaha ini menyasar para penyedia hamper dan distributor, dengan minimal pembelian 30 pieces. Dari usaha ini, Nina bisa mengantongi omzet sekitar Rp 100 juta per bulan.  

Mengawali usaha dari rumah pribadi yang berada di Surabaya, kini kedua kakak-beradik ini sudah memiliki showroom yang berlokasi di Jalan Dukuh Kupang Timur, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Nina, keberadaan showroom penting guna memudahkan konsumen melihat contoh barang. "Kami pun menyediakan untuk pembelian ritel dan biasanya hanya digunakan sebagai contoh mereka (konsumen)," tambahnya.

Sedangkan untuk produksi dikerjakan di pabrik yang berada di Jalan Raya Pelemwatu KM 3, Menganti, Gresik, Jawa Timur. Ada sekitar 20 karyawan yang terlibat dalam pembuatan kotak hantaran ini, lima diantaranya adalah para pencetus desain. Dalam sebulan, rata-rata produksinya mencapai 1.500 pieces.

Untuk kebutuhan bahan baku mereka banyak mengambil di sekitaran Surabaya. Bila ada pesanan dengan jumlah banyak, mereka mulai berburu bahan ke seluruh wilayah Indonesia. Lewat pemasaran di media sosial, konsumennya kini datang dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Medan, Lombok, Bandung, Semarang, Pontianak dan kota lainnya.                         

(Bersambung)

Sumber: kontan

No comments

Powered by Blogger.