Merokok Sambil Gendong Bayi, BMI Ini Dikecam Banyak Majikan

Seorang BMI di Hong Kong yang tidak diketahui namanya merokok 


       Ulah yang tidak terpuji dan tidak layak dicontoh, seorang BMI di Hong Kong yang tidak diketahui namanya merokok sambil menggendong bayi majikannya. Kejadian tersebut diabadikan oleh seorang netizen warga Hong Kong melalui akun facebook atas nama Pui Yee kemudian mengirimkan foto tersebut ke group facebook Support Group for HK Employers with FDHs.
Salah seorang komentator ada yang mengaku mengenali, dan  menyebut, orang dalam foto tersebut adalah bekas pembantu rumah tangga temannya.
“Dia dari Indonesia, dia bekas pembantu teman saya” aku salah seorang komentator.



Menurut pengakuan akun Pui Yee yang dilansir oleh Coconut, gambar tersebut diabadikan di salah satu sudut New Town Plaza Sha Tin tiga hari yang lalu. Dalam keterangannya, Pui Yee menyebut, si pembantu melakukan aktifitasnya dengan tanpa beban. Pui Yee mengaku, dia mengunggah foto tersebut bertujuan agar diketahui oleh majikan atau orang tua bayi yang sedang digendong agar bayinya bisa diselamatkan dari teror asap rokok. Sebab Pui Yee meyakini, BMI tersebut bukan kali ini saja melakukan.
Dalam waktu singkat, unggahan Pui Yee tersebar ke ribuan pengguna facebook lainnya. Bahkan beberapa media lokal sempat mengangkatnya menjadi berita. Berbagai komentar miring bermunculan. Rata-rata mereka mengecam aksi yang membahayakan bayi dalam gendongannya.


Namun, ada pula beberapa komentator yang mempertanyakan, apakah yang sedang di gendong oleh BMI tersebut benar-benar bayi atau bukan.
Politisi dari Partai Liberal, Hong Kong, Michael Lee, rupanya tergelitik kemudian ikut memberikan komentarnya. Seperti dilansir dari Asia Times, Michael Lee mengomentari, seharusnya, saat dilakukan interview antara calon pembantu dengan majikan, harus jelas-jelas diketahui bagaimana kondisi dan kebiasaan dari si calon pembantu tersebut. Michael Lee menyebut, apa yang dilakukan BMI tersebut adalah sesuatu yang tidak pada tempatnya.


Sumber : Pahlawan devisa

No comments

Powered by Blogger.