Penyebab TKI Disiram Air Keras Oleh Pria Bangladesh Terungkap, Ternyata

Suci Sri Kusmiyati

      Misteri pelaku penyiraman air keras terhadap Suci Sri Kusmiyati, 26 tenaga kerja Indoensia (TKI) asal Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur di Malaysia sejauh ini belum diketahui apakah sudah tertangkap atau belum. 



Keluarga Suci maupun pihak Disnaker Kabupaten Pasuruan sejauh ini belum mengetahui perkembangan kasus itu.

“Kami meminta Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Perlindungan WNI, terus memantau kasus tersebut,” terang Agus Hernawan, sekretaris Disnaker Kabupaten Pasuruan.

Suci Sri Kusmiyati sendiri juga mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas. Apakah pelaku penyiramannya itu sudah ditangkap atau belum. 

“Saat saya ada di kantor Kedutaan Indonesia di Malaysia, ada yang bilang sudah ditangkap, tapi ada yang bilang belum. Jadi, memang masih belum jelas,” ungkapnya.

Suci sendiri mengaku sudah pasrah terkait kasus yang menimpanya. Namun, ia tetap berharap, pelaku ditangkap dan diadili.

Pelaku penyiraman kepada Suci bukanlah orang asing bagi korban. Lelaki itu mantan suami sirinya. Namanya Sahidul Islam, 30 yang merupakan pria asal Bangladesh.

Diceritakan Suci, ie sudah mengenal Sahidul Islam yang akrab disapa Salim sejak 2015 silam. Kebetulan Suci dan Sahidul bekerja di tempat yang sama. Yakni sebuah pabrik tekstil di Selangor, Malaysia pada 2015 silam.

Berawal dari pertemanan, lantaran merasa cocok, Suci dan Salim pun akhirnya menikah secara siri pada 2015. Mereka pun sempat tinggal satu atap selama 8 bulan usai menikah siri.

Saat tinggal bersama, dikatakan Suci, Salim tipe pria yang pendiam. Salim awalnya juga dikenal Suci bukanlah sosok lelaki yang temperamental.

Hanya, usai tinggal satu atap itu, dikatakan Suci, Salim memang keluar dari tempat kerja awalnya dulu. Yakni di pabrik tekstil yang sama dengan Suci. Sejak keluar kerja itu, Salim bekerja berpindah-pindah.

Di tengah perjalanan bahtera rumah tangganya yang belum lama, Suci mengatakan kecewa. Sebab, ia mengetahui bahwa Salim ternyata sudah memiliki keluarga di Bangladesh. Bahkan, Salim sudah memiliki 3 orang anak.

“Akhirnya pertengahan 2016 lalu, saya pisah karena kecewa, tapi Dia (Salim) gak mau. Bahkan, ia janji mau menceraikan istrinya disana,” kenang Suci.

Tetap kecewa karena merasa dibohongi, Suci mengatakan tak mau lagi menerima cinta Salim. Sampai puncaknya pada 16 Juli 2017.

Rupanya, Salim yang tak terima ditinggalkan Suci kalap. Salim lantas nekat menyiram air keras kepada Suci sehingga muka, lengan dan tangannya melepuh.

Akibat kejadian itu, Suci pingsan 2 hari lamanya. Ia dirawat di Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah Klang, Selangor, dari 16 Juli sampai 14 Agustus.

Dari awal perawatan, ia beberapa kali koma. Seketika, muncul rasa putus asa pada dirinya. Ia pun sempat berharap Tuhan mencabut nyawanya.

Maklum, ia merasakan sakit yang amat sangat dan kesulitan napas. “Akhirnya, saya diberi lubang di tenggorokan agar bisa bernapas. Ini, yang menyelamatkan hidup saya,” ungkapnya.

Pada 14 Agustus sampai 28 Agustus, Suci dipindahkan di RS AL Islam, Kuala Lumpur. Semua perawatan di Malaysia, memang ditanggung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

Sampai pada 28 Agustus, ia tinggal di kantor kedutaan. Per 1 September, ia dipulangkan ke Pasuruan melalui Bandara Juanda. Suci mengaku dijemput Disnaker Kabupaten Pasuruan dan diantar ke rumah.

Sayangnya selama dirawat dan akhirnya pulang ke tanah air, Suci masih belum mendapatkan kepastian apakah Salim sudah ditahan oleh kepolisian malaysia atau belum.


Sumber : harianriau

No comments

Powered by Blogger.