Punya Harga Selangit, Ayam Cemani Jadi Buruan (1)

sumber photo:kontan
Seluruh bagian tubuh berwarna hitam pekat, bahkan hingga telurnya, banyak yang mengidentikkan 
ayam cemani dengan kesan mistis. Memang, di beberapa kawasan Indonesia, ayam cemani banyak dicari untuk menjadi pelengkap sesajian suatu ritual.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Namun, belakangan, ayam unik ini cukup populer sebagai hewan peliharaan. Bahkan, banyak kontes ayam cemani yang digelar.

Aditya Wicaksono, salah satu peternak ayam cemani asal Yogyakarta, mengaku, sekitar tiga tahun kebelakang jumlah peternak ayam cemani mulai meningkat. Kondisi ini dia akui beriringan dengan tingginya permintaan pasar.

Menurut Aditnya, tak hanya menjadi hewan peliharaan, banyak orang mulai mengkonsumsi ayam cemani. Mereka percaya, ayam hitam ini punya  kandungan zat melanosit dapat menyembuhkan berbagai penyakit. "Protein yang dikandung ayam ini lebih tinggi dari jenis ayam lainnya, telur juga biasanya dijadikan penambah vitalitas bagi laki-laki," katanya.

Aditya mulai memelihara ayam cemani sejak tiga tahun lalu. Kini, dia mempunyai sekitar 15 paket ayam. Satu paket terdiri dari ayam cemani jantan dan lima hingga delapan ayam cemani betina. Lokasi peternakan ayam cemani milik Aditya berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setiap bulan, Aditya bisa menjual minimal 100 ekor ayam cemani. Ia mengirimkannya ke berbagai wilayah, mulai Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Padang hingga ke Medan.

Harga jual ayam cemani ini cukup tinggi. Anak ayam berumur sebulan dengan kualias Grade A, dibanderol dengan harga Rp 1,5 juta per ekor.  Sedangkan untuk kualitas Grade B, harganya Rp 100.000-Rp 150.000 per ekor. Grade B ini punya ciri lidah berwarna abu-abu. 

Pembudidaya lainnya adalah Nunung Setyawan, dia sudah beternak ayam cemani sejak 1999 silam. Ayam hitam ini dikembangkannya di peternakan seluas 1.000 m2 di Yogyakarta.

Namun, Nunung tak secara khusus melayani konsumen yang mencari ayam untuk ritual dan pengobatan. "Kadang memang ada beberapa konsumen yang butuh ayam berdarah dan lidah hitam untuk ritual," katanya.

Dia membanderol ayamnya sekitar Rp 110.000 per ekor untuk usia satu bulan dan Rp 550.000 per ekor untuk ayam dewasa. Dalam sebulan, dia dapat mengantongi omzet sekitar Rp 7 juta sampai Rp 15 juta.

Konsumennya pun berdatangan dari berbagai wilayah di Indonesia. Maklum saja, dia menggunakan media sosial untuk promosi. Selain menjual ayam dia juga menjual telur ayam cemani yang sudah siap untuk ditetaskan.                     

(Bersambung)

sumber:kontan

No comments

Powered by Blogger.