TKI Terkena Stroke, Pulang Tak Bernyawa Ke Subang


Ilustrasi


       Kabar duka kembali menimpa TKI asal Subang. Warni binti Rustam TKI asal Dusun Sarimukti RT 03/02 Desa Rancasari Kec.Pamanukan Subang Jawa Barat yang meninggal dunia di Penang Malaysia karena Sakit Hermorrhagic CVA.



Jenazah Warni (44) tiba di Bandara Soekarno Hatta Tanggerang  pukul 11.20 Wib (Sabtu9/9/2017) dan langsung dibawa melalui perjalan darat ke rumah duka di Dusun Sarimukti RT03/02 Desa Rancasari Kec.Pamanukan.

Kadisnaker Subang Asep Nuroni mengatakan, TKW Warni meninggal di Malaysia karena sakit Hermorrhagic CVA atau Stroke hemoragik yakni pembuluh darah di dalam otak pecah sehingga menyebabkan pendarahan di dalam jaringan otak atau di sekitar permukaan organ tersebut hingga menyebabkan kematian.

“Warni sakit pada 25 Agustus 2017 langsung di bawa kerumah sakit, namun sayang nyawanya tak tertolong dan meninggal 27 Agustus 2017 pukul 14.00 Wib akibat pembuluh darah otak pecah,” kata Asep Nuroni Kadisnaker Subang kepada REALITAJABAR. com (Grup Indowarta Xpress) Sabtu petang (9/9/2017).

Kabar meninggalnya Warni karena sakit sudah dikabarkan kepada keluarga oleh majikan, hingga direncanakan ada pemulangan jenasah”ungkapnya

Menurut Asep Nuroni, Warni bekerja di Malaysia sudah sekitar 1,2tahun bekerja sebagai asisten rumah tangga

“Namun sangat disayangkan Warni bekerja di Malaysia melalui PJTKI yang tidak jelas, berangkat pada Juni 2016,” imbuhnya. 

Jenazah tiba di Indonesia dengan di jemput perwakilan dari dinas tenaga kerja kab. Subang pukul 17.45 WIB, sesampai di rumah duka, jenazah hanya dibuka dan diperlihatkan bagian muka dan langsung di sholatkan di masjid Al barokah selanjutnya di makamkan pukul 18.30 wib dipemakaman setempat

Keluarga Menerima Dengan Ikhlas Kematian Mawarni

Sementara itu Herawati dan Syamsul Bahri selaku anak korban mengaku menerima kematian Ibunda tercinta, seperti diungkapkan Herawati. 

“Kita selaku pihak keluarga telah iklas menerima kematian ibunda tercinta kami sebagai takdir Illahi dan tak akan menuntut pihak manapun,” ungkapnya. 

“Kita juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah ibunda,” Tandas Syamsul Bahri anaknya yang lain. 

Hadir dalam penerimaan jenasah kepala Dinasker Subang H. Asep Nuroni, Camat Pamanukan R. Muhamad Rudi, Kapolsek Pamanukan Kompol Iwan Setiawan SH dan sejumlah tokoh lainnya.


Sumber : Wartakini

No comments

Powered by Blogger.