TKW Ini Lolos Dari Kelumpuhan, Terima Kasih Dokter Zhao Shaoqing


Seorang TKW asal Indonesia datang ke Taiwan bekerja sebagai pengasuh rumah tangga, namun karena cakram intervertebralis pecah dan cedera sumsum tulang belakang, apabila tidak segera dioperasi dalam tempo 24 jam dikhawatirkan akan mengalami kelumpuhan, namun ia tak ingin berobat dipulangkan ke Indonesia, dan tak mampu membayar biaya perawatan yang besar, hanya bisa menangis.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Untungnya Direktur Neurologi Departemen Bedah Saraf Rumah Sakit Changhwa Zhao Shaoqing turun tangan membantu, banyak rekan rekan TKW asal Indonesia juga membantu mengumpulkan dana, tautan kasih sayang banyak orang akhirnya berhasil menyelesaikan operasi di Taiwan.


TKW tersebut belum lama datang ke Taiwan merasakan sakit di punggungnya, semakin lama semakin sakit, pada suatu hari sakit hingga tak dapat berdiri, majikan memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit Changhwa. Setelah diperiksa ditemukan cakram intervertebralis pecah, selain itu juga mengalami cedera sumsum tulang belakang, apabila tidak segera dioperasi dikhawatirkan mengalami kelumpuhan.

TKW tersebut mengatakan kepada dokter, bahwa ia memiliki 2 orang anak yang harus dirawat, ia tak ingin lumpuh dalam usianya yang masih muda, namun apabila pulang ke Indonesia standar pengobatannya kurang bagus, ia berharap bisa diobati di Taiwan namun ia tak memiliki uang tabungan, agency khawatir akan besarnya biaya perawatan rumah sakit, menyarankan agar pulang dioperasi di Indonesia.

Direktur teknik bedah saraf rumah sakit Changhwa mendengar hal ini, segera membawanya masuk ke ruang operasi. Zhao Shaoqing mengatakan bahwa ibu muda ini jika mengalami kelumpuhan, masih ada anak anak yang harus dirawat, situasinya akan benar benar menyedihkan, situasi terburuk pada sebagian besar biaya pengobatan menjadi kredit macet, dengan prinsip "save first" menyelamatkan terlebih dahulu, ia memutuskan operasi darurat.

Operasi berjalan sukses, namun TKW tersebut masih menangis karena besarnya biaya pengobatan. Di rumah sakit beberapa TKW yang menjaga orang sakit mengetahui hal tersebut segera mengadakan penggalangan dana, menyewa kamar kecil di dekat rumah sakit, setiap hari mendorong kursi roda untuk melakukan rehabilitasi, sekarang ia sudah dapat berjalan dengan berpegangan kursi roda.

Lolos dari kelumpuhan, biaya pengobatan yang harus ditanggung sebesar 270.000 NT, 2 bulan perawatan medis, majikan asal telah mempekerjakan TKW lain, ditambah lagi dokter menyuruhnya untuk beristirahat beberapa waktu, ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia terlebih dahulu, namun tak punya uang untuk beli tiket pesawat. Rekan rekannya hanya berhasil mengumpulkan uang 50.000 NT, walaupun ditambah uang dari Yayasan Budha Tzu Chi memberikan bantuan 10.000 NT, masih kurang banyak.

Divisi sosial rumah sakit menghubungi Yayasan Budha Tzu Chi untuk meminta bantuan, akhirnya dari kuil Taipei Xing Tian Gong, Nanshan Life Happiness Fund, Yayasan Ren Ai rumah sakit Changhwa mengumpulkan kekurangan biaya pengobatan dan tiket pesawat untuk kepulangan ke Indonesia.

Sesampainya di kampung halaman, baru baru ini TKW tersebut mengirimkan fotonya bersama anak anaknya kepada rekan rekannya yang masih bekerja di Taiwan, kemudian foto tersebut dishare kepada divisi sosial rumah sakit, dokter Zhao Shaoqing merasa sangat bahagia, ia mengatakan Taiwan tak hanya meninggalkan bekas luka operasi, namun juga cinta kasih.

Direktur Rumah Sakit Changhwa Xie Wenhuai mengatakan, tugas dokter adalah menyelamatkan manusia, rumah sakit tidak akan menyesali penyelamatan darurat warga asing, ia yakin TKW tersebut akan kembali ke Taiwan dengan penuh cinta.

Sumber : LTN News

No comments

Powered by Blogger.