5 Mitos tentang mata yang salah kaprah


Ilustrasi

      Ada banyak mitos dan kepercayaan tentang suatu hal di dunia ini. Dan cenderung hal tersebut dianggap sebagai pemahaman yang benar. Namun bagaimana jika sesuatu yang Anda yakini benar ternyata hanya mitos belaka alias tidak benar adanya?



Seperti yang akan kita bahas saat ini, yaitu mitos seputar mata. Nah, mitos seputar mata yang berkembang saat ini sudah salah kaprah. Setelah membaca ini, Anda harus STOP untuk memercayai mitos yang sudah terlanjur berkembang di masyarakat. Penasaran apa saja? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Melihat langsung ke arah matahari baik untuk kesehatan

Bagi sebagian orang, khususnya orang-orang zaman dahulu, meminta anaknya untuk sesekali melihat langsung matahari dengan mata telanjang. Katanya, hal itu baik untuk mata.

Faktanya, matahari memancarkan radiasi ultraviolet yang dapat menembus mata. Paparan konstan terhadap UVA dan UVB justru dapat meningkatkan risiko seperti retinopati, kerusakan pada kornea, dan pterygium.

2. Rabun itu keturunan

Percayalah ini hanya kesalahpahaman konsep saja. memang benar jika orang tua yang memiliki gangguan pada mata dapat menurun pada anak. Akan tetapi tidak semua. Sekali lagi, tidak semua gangguan pada mata seperti rabun fix 100 persen menurun pada anak.

hal tersebut tergantung pada faktor lain, seperti gaya hidup, profesi, kebiasaan dan tingkat stres mata. Inilah salah satu mitos mata yang harus dihentikan.

3. Menggunakan kacamata memperburuk kesehatan mata

Ini jelas sangat bertentangan. Pada kenyataannya, optik hanya membantu mata kita untuk menyesuaikan diri dengan ketajaman yang diperlukan. 

Kacamata bukanlah mesin latihan atau obat. Melainkan sesuatu yang membantu Anda untuk mengatur cacat mata dan melihat dengan jelas.

4. Tidak boleh membaca sambil tidur

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan dan telah membuktikan sendiri fakta anyar. orang yang rentan terhadap miopia dapat mengembangkan penyakitnya pada tingkat yang lebih lambat jika membaca sambil berbaring.

Nah, dengan ini membuktikan bahwa tidak selamanya rabun atau penglihatan buruk disebabkan oleh seringnya membaca sambil tidur.

5. Membaca di tempat gelap dapat merusak mata

Pada dasarnya ada fakta bahwa batang retina merupakan fotoreseptor yang dapat membantu membantu seseorang melihat denga njelas di tempat yang redup alias minim cahaya. Hal ini memberi Anda kemampuan alami untuk melihat sesuau yang tidak terlalu terang.

Dengan keistimewaan itu, rasanya cukup mustahil jika tidak diperbolehkan membaca di tempat minim cahaya. Karena mata telah diciptakan untuk melihat dengan berbagai kondisi.


Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.