6 Jam Padam Listrik, Sekeluarga Tewas


istri Sariun (34) danRika Liswati

       Bau menyengat tercium dari rumah pasangan suami istri Sariun (34) dan Rika Liswati (30) di Perumahan Grand Kahuripan, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Sudah dua hari ini, pemilik rumah itu tak kelihatan. Pintunya selalu tertutup. Sementara, dari luar tampak lalat hijau beterbangan ditambah bau tak sedap. Sampai akhirnya, warga berdatangan dan mendobrak pintu rumah. Kematian satu keluarga pun akhirnya terkuak.



Tubuh pasutri dan putrinya Rabiul (4) sudah terbujur kaku di atas kasur. Jasad ketiganya sudah membengkak dan mengeluarkan aroma busuk. Tak ada tanda-tanda kekerasan ataupun dugaan korban perampokan.

Dari lokasi kejadian hanya terlihat sebuah mesin genset yang sudah dalam keadaan mati. Posisinya ada di ruang tamu. Tak ada bahan bakar yang tersisa alias kosong.

Menurut penuturan tetangga Yani, korban terakhir ditemui pada Minggu (1/10) lalu. Sebelum terjadi pemadaman listrik di perumahannya selama enam jam.

“Paginya masih ketemu. Teru pas sorenya jam lima sore listrik mati lumayan lama,”ungkap Yani.

Saat listrik padam, wanita yang tinggal berdekatan dengan rumah korban mendengar pemilik rumah itu menyalakan mesin genset. Sampai akhirnya pada pukul 23:30 wib, listrik kembali menyala. Yani pun sempat memberitahu korban kalau listrik sudah menyala, tapi malam itu tak ada jawaban.

“Udah di sms-in pas tengah malam. Tapi enggak dijawab. Nah, mereka juga enggak keliatan sejak peristiwa listri mati,”tutur Yani.

Sampai akhirnya, kematian satu keluarga itu terungkap. Kapolsek Klapanunggal, AKP Adimas mengaku mendapatkan laporan warga soal kematian satu keluarga di Perumahan Grand Kahuripan RT 02 RW 08 Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Selasa (3/10).

“Ada laporan dari pemilik rumah yang dikontrak korban, saudara Neni. Dia melaporkan kejadian tersebut ke anggota Polsek Klapanunggal, Sertu Sugianto,” ungkapnya.

Mendapat laporan itu, anggota langsung mendatangi lokasi. Yakni, Kanit Reskrim Ipda Yayan Sofyana Suri bersama Sertu Sugianto. Keduanya bergegas mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat didatangi, pintu rumah dalam keadaan terkunci. Namun, saat persetujuan pemilik rumah dan disaksikan Ketua RT setempat, pintu dibuka dengan paksa. “Pas didobrak, korban sudah tewas membusuk,”ujarnya.

Hasil dugaan sementara, satu keluarga itu tewas karena keracunan asap mesin genset akibat padam listrik selama enam jam.

“Kemungkinan itu, tapi masih kami dalami. Sementara ini tidak ada bekas kekerasan ataupun barang yang hilang atau rusak akibat pencurian,”tuturnya.

Untuk pendalaman lebih lanjut, AKP Adimas mengaku perlu melakukan autopsi jika diizinkan keluarga. “ Sementara, kami dari pihak kepolisian masih menunggu komunikasi dari keluarga untuk rencana penanganan autopsi,” tutupnya.



Sumber : metropolitan

No comments

Powered by Blogger.