Berhenti Menghakimi, yang Curhat di Media Sosial Hanya Butuh Didengarkan


Ilustrasi

         Mungkin kamu pernah merasa kesal saat melihat postingan teman yang selalu 'mengeluh' di media sosialnya. Tidak jauh dari kalimat galau dan merasa paling 'menderita'. Wajar jika kamu merasakan hal demikian, tetapi tahukah kamu banyak orang memilih curhat di media sosial alih-alih kepada seseorang. Tak lain karena ia merasa tidak ada lagi yang mau mendengarkannya.



Setiap orang memiliki cara berbeda untuk mendaur emosinya. Ada yang melalui curhat di buku harian, menulis rangkaian kalimat galau di media sosial dan jika beruntung mereka curhat kepada orang terdekatnya. Lalu apa yang harus kamu lakukan saat mendapati salah satu teman kamu curhat di media sosial?



Cobalah untuk Menyapanya

Saat mengetahui salah satu teman curhat galau di media sosial. Sapa ia dengan hangat. Tanyakan kabarnya, jika perlu tanyakan keadaan ia saat ini. Jika memang kalian dekat, tidak ada salahnya bertanya tentang alasan mengapa ia curhat di media sosial. Tidak perlu memaksanya untuk bercerita, jika ia belum siap untuk cerita tidak perlu marah.

Pastikan ia tidak merasa sendiri dengan berada di dekatnya.

Mereka Butuh Dikuatkan, Maka Tugasmu untuk Meneguhkan Hatinya

Teman yang galau butuh dikuatkan. Seringkali seseorang yang sedang menghadapi masalah tidak butuh diberikan solusi. Ia hanya butuh didengarkan dan dikuatkan. Ia butuh peneguhan atas keputusan yang ia ambil. Bantulah mereka untuk menemukan kekuatan agar bisa menghadapi masalahnya. Hal ini akan sangat membantu di samping menjadi tempatnya untuk bercerita.

Berikan motivasi, meskipun sekadar kata-kata kalimat motivasi akan mampu membuat ia merasa menemukan semangatnya kembali. Jangan lupa untuk mengingatkan ia, bahwa ia memiliki teman yang peduli padanya.

Jangan Mengkritik Apa yang Ia Lakukan

Seringkali kita lupa mengkritik teman yang selalu bercerita hal yang sama setiap waktu. Tapi, tahukah kamu bercerita memang tidak akan menyelesaikan masalah, tapi bercerita akan membantu kamu merasa lebih tenang. Mereka hanya butuh didengarkan tanpa disela, dalam alam sadarnya ia mengerti bahwa yang ia lakukan adalah salah. Cukup dengarkan saja, menghakiminya justru memperburuk keadaan.

Ladies, menjadi pendengar yang baik memang tidak mudah. Tetapi, cobalah untuk menjadi pendengar untuk orang terdekatmu. mulai peka dengan keadaan dan emosi orang terdekat. Pastikan bahwa kamu bisa menjadi pendengar yang baik dan selalu bersedia meluangkan waktu untuk sahabatmu.


Sumber : Vemale

No comments

Powered by Blogger.