<-->

Bom Truk Mogadishu Membuat Semua Keluarga di Somalia Menangis


Kendaraan-kendaraan terbakar di lokasi kejadian ledakan besar di depan Hotel Safari di Mogadishu, Somalia, pada Sabtu (14/10/2017). Akibat ledakan itu, 189 orang tewas dan 200 orang terluka.

      Setidaknya 276 orang tewas dan 300 lainnya terluka akibat bom truk bunuh diri yang menghantam kawasan perbelanjaan yang sibuk di Mogadishu, Somalia. Pemerintah Somalia menyebutnya sebagai serangan paling mematikan sepanjang sejarang negeri yang dirundung perang tersebut.



Angka itu meningkat tajam dari perkiraan polisi yang mengestimasi 20 orang meninggal setelah lebih dari satu jam tragedi ledakan terjadi pada Sabtu waktu setempat.

"Pemerintah Pusat Somalia mengkonfirmasi 276 orang tewas dalam ledakan...dan 300 lainnya terluka dirawat ke rumah sakit yang berbeda di Mogadishu," rilis Kementerian Informasi Somalia, seperti yang dikutip dari AFP, Senin (16/10/2017).

"Saat ini masih ada operasi penyelamatan nasional. Negara sedang berkabung dan doa terus mengalir bagi para korban."

Perwira kepolisian setempat, Ibrahim Mohamed, menyatakan kepada AFP, banyak korban hangus terpanggang sehingga tak bisa dikenali.

Tim SAR juga telah bekerja hingga malam untuk mengambil mayat korban dari reruntuhan Hotel Safari, lokasi ledakan tersebut.

Bom meledak di persimpangan jalan yang ramai dan dipenuhi gedung bertingkat itu membuat banyak mobil terbakar.

"Ini merupakan tragedi paling menyakitkan yang pernah saya kenang," ujar anggota Senat Somalia, Abshir Ahmed lewat akun Facebook-nya.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut. Namun kecurigaan mengarah kepada kelompok teroris Al Shabaab.

Al Shabaab, merupakan sebuah kelompok teroris yang bersekutu dengan Al-Qaeda. Kelompok itu kerap melakukan aksi teror yang merenggut banyak korban jiwa di Somalia.

Kutukan keras datang dari para pemimpin dunia termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Perancis, Turki, dan Uni Afrika.

Juru Bicara Presiden Turki, Ibrahim Kalin mengatakan, Ankara mengirimkan pesawat yang mengangut obat-obatan. Negara itu juga memimpin donor dan investor di Somalia.


Sumber : Kompas

No comments

Powered by Blogger.