BRI Gaet KDEI Taipei Sediakan Layanan Perbankan bagi TKI

ilustrasi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjalin kerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dalam memberdayakan ekonomi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
Kerja sama ini bertujuan untuk mensinergikan antara BRI dengan KDEI Taiwan untuk memberikan pelayanan finansial yang komprehensif bagi para TKI selama di Taiwan maupun setelah kembali ke Indonesia.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, penyediaan dan pemanfaatan jasa-jasa perbankan bagi pekerja migran di Taiwan diimplementasikan dengan pemberian akses perbankan melalui Kartu Pekerja Indonesia (KPI) yang dimiliki TKI. Selain itu, kerja sama ini merupakan bentuk kepedulian Bank BRI untuk memberikan akses perbankan yang memadai bagi para pahlawan devisa negara.

"Dengan adanya akses layanan perbankan terintegrasi yang kami berikan melalui KPI, kami berharap para pekerja TKI di luar negeri semakin nyaman dalam bekerja," kata Suprajarto dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (29/10/2017).

Kartu KPI digunakan pekerja Indonesia yang menjadi TKI di Taiwan. Kartu ini juga berfungsi sebagai kartu identitas TKI dan berisi informasi terkait ketenagakerjaan.

Dia memaparkan, KPI merupakan kartu identitas pekerja TKI yang dapat berfungsi sebagai kartu untuk mengakses berbagai fasilitas perbankan. "Kami menambahkan fasilitas perbankan yang terintegrasi dengan KPI agar bisa digunakan sebagai kartu debit BRI dan bisa dimanfaatkan untuk transaksi pengiriman uang valas (remittance)," tutur dia.

Selain itu, pemegang KPI dapat memanfaatkan kartu KIP sebagai rekening induk pengelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Hal ini dilakukan dalam upaya memberikan rasa aman, perlindungan, dan pemberian nilai tambah untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja migran Indonesia.

Untuk mempermudah layanan remitansi Bank BRI di Taiwan dan negara-negara lainnya, perseroan menyediakan Layanan BRIfast Remittance yang didukung kerja sama bilateral antara BRI dan 49 Counterpart Remittance terpilih yang tersebar di berbagai negara dan telah menggunakan aplikasi BRIfast Remittance System.

Negara-negara tersebut antara lain Arab Saudi, Hongkong, Qatar, Singapura, Taiwan, Brunei, Jepang, UAE, USA, Korea, Malaysia dan Taiwan. Taiwan merupakan negara dengan penempatan TKI selama 2017 terbesar setelah Malaysia. 

Berdasarkan data Ministry of Labor Taiwan, hingga September 2017, jumlah TKI di Taiwan tercatat sebanyak 256.592 orang.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto menambahkan, kartu Pekerja Indonesia BRI dilengkapi dengan QR code yang dapat diakses untuk kepentingan imigrasi oleh pekerja migran itu sendiri maupun perwakilan pemerintah RI di luar negeri dalam hal ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), maupun KDEI untuk mengakses data komprehensif TKI melalui aplikasi BRI KPI di Play Store (android).

Dengan KPI BRI, para TKI dapat membuka tabungan Simpedes TKI dengan setoran Rp10.000 dan tabungan BritAma TKI dengan setoran awal Rp20.000. Fasilitas tabungan tersebut terintegrasi dengan layanan jaringan Bank BRI di seluruh Indonesia yang hingga triwulan ketiga atau 30 September 2017 telah mencapai 10.660 unit kerja, dan 357.679 e-channel.

Jumlah transaksi remitansi TKI dari Taiwan ke tanah air yang dilakukan melalui BRI hingga September 2017 sebanyak 432.876 transaksi dengan nilai Rp2,7 triliun. Sebelumnya, Bank BRI sudah menandatangani MoU kerja sama dengan KBRI Malaysia terkait KPI bagi TKI pada September 2017.  

Sumber: sindonews

No comments

Powered by Blogger.