Dampak Perang Suriah, Bayi Gizi Buruk Ini Mati Mengenaskan

sumber photo:kompas
Perang itu kejam, menghancurkan, membunuh, menghilangkan nyawa, dan merusak semua sendi kehidupan, dengan korban terbanyak adalah warga sipil, terutama lagi anak-anak dan perempuan.

Begitulah kenyataan yang dialami Suriah. Kekurangan pangan terus mendera warga sipil yang terkepung perang di dalam negeri mereka.

Persoalan ini menjadi sorotan luas setelah gambar seorang bayi penderita gizi buruk akirnya mati mengenaskan akibat kelaparan di pinggiran kota Damaskus, ibu kota Suriah, yang dikuasai oposisi.

Foto bayi malang itu dirilis pada Senin (23/10/2017) oleh kantor berita Perancis, AFP, dan dibuat ketika bayi bernama Sahar Dofdaa itu masih hidup dengan berat badan hanya dua kilogram.

Mata bayi itu tampak sangat cekung dan riakan tulang rusuknya menonjol hanya tinggal kulit, sebagaimana dilaporkan The Guardian.

Saat dipotret, bayi itu sedang dalam perawatan pemulihan oleh seorang dokter di kota Hamouria, di timur Ghouta. Namun, Dofdaa akhirnya meninggal pada Minggu (22/10/2017).

"Pasokannya sangat rendah, dan jika terus berlanjut banyak anak akan mati," kata seorang petugas bantuan, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Puluhan ribu warga sipil di Ghouta hidup di bawah blokade yang dipaksakan oleh pasukan yang setia kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Sekitar 3,5 juta orang di Suriah tinggal di daerah yang terkepung atau sulit dijangkau, dan sebagian besar berada di tempat yang dikelilingi oleh pasukan pro-rezim Assad.

Setelah kematian Sahar Dofdaa, para pegiat kemanusiaan memperingatkan tentang malapetaka besar di negara yang dilanda perang itu.

Petugas kemanusiaan juga menegaskan, kematian akibat kelaparan di negara yang dilanda perang itu masih membayangi karena banyak anak penderita gizi buruk sebagai dampak krisis pangan.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.