Fenomena Misterius Wanita Italia Berkeringat Darah, Ada Apa?

Keringat darah

       Ada yang aneh dengan wanita muda ini. Ia mengalami kelainan misterius yang menyebabkan dirinya berkeringat darah dari wajah dan tangan.Kondisinya pun membuat para ahli bingung.



"Dokter awalnya bingung ketika melihat pasien asal Italia berusia 21 tahun yang secara spontan berdarah meski tidak mengalami lesi atau luka," lapor CBC News yang dikutip dari News.com.au, Selasa (24/11/2017).

Menurut studi di University of Florence yang diterbitkan di Canadian Medical Association Journal, pasien tersebut telah mengalami episode perdarahan acak selama tiga tahun.

"Saya dapat mengatakan dengan jelas, saya belum pernah melihat kasus seperti ini," ujar Dr Michelle Sholzberg selaku co-direktur program Perawatan Komprehensif Hemofilia di Rumah Sakit St Michael.

"Saya pernah melihat beberapa gangguan pendarahan terburuk, tapi belum pernah seperti yang satu ini: berkeringat darah."
Berdasarkan studi tersebut, sejauh ini belum ada pemicu yang jelas yang menyebabkan terjadinya pendarahan pada wanita itu.
Pasien mengalami episode berdarah saat berolahraga, begitu juga saat dia sedang tidur. Tapi dia dilaporkan mengalami pendarahan yang lebih parah saat stres.

Para ahli mengatakan bahwa darah akan keluar dari pori-pori pasien dalam kurun waktu satu sampai lima menit.

Pada akhirnya, dokter mendiagnosisnya dengan hematohidrosis, kelainan di mana seorang pasien mengeluarkan darah atau keringat melalui kulit atau pori yang tidak terluka.

"Saya pikir orang ini mengalami kelainan anatomis yang sangat aneh pada tingkat mikroskopis, yang mengakibatkan gejala sangat tak biasa itu," tutur Sholzerbg.

Menurut penelitian tersebut, wanita itu merasa malu karena mengalami kelainan itu sehingga membuatnya menjadi pribadi yang tertutup.

"Pasien kami telah terisolasi secara sosial karena merasa malu akibat pendarahan, dan dia melaporkan gejala yang konsisten dengan gangguan depresi dan panik," papar studi tersebut.
Hingga kini, profesional medis belum bisa menyembuhkannya. 
Kendati demikian, mereka memberi resep obat dengan nama beta blocker yang disebut proletarian atau proletar.

Pengobatan itu akan membantu meringankan gejala yang dialaminya.


Sumber : Liputan 6

No comments

Powered by Blogger.