Generasi Baru Perwayangan

 http://img.jakpost.net/c/2017/10/12/2017_10_12_33972_1507813764._large.jpg

Seni wayang merupakan warisan penting bagi generasi masa depan dan sebuah rangkaian baru dari eksponen muda seni ini menunjukkan bahwa tradisi tersebut dipelihara dengan baik. Hampir 190 anak-anak berpartisipasi dalam Temu Dalang Bocah Nusantara edisi 7 ketujuh di Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta, Jawa Tengah.

Diantaranya tiga gadis, Kanindayu Giwang Restuti, Aisyiah Asyfa Ust Stani dan Tiara Sotyaning Bathari, dari studio seni wayang Baladewa di Surabaya, Jawa Timur.
 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal



Master wayang berasal dari 28 kota termasuk Blitar, Blora, Bojonegoro, Boyolali, Depok, Jakarta, Karanganyar, Purwokerto, Sidoharjo, Surabaya, Surakarta, dan Tangerang.

Jumlah peserta adalah yang tertinggi sejak gathering memulai debutnya kembali di tahun 2005, dimana hanya menampilkan 29 empu muda.

Setiap master wayang tampil selama antara 20 dan 40 menit. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok - taman kanak-kanak sampai kelas dua, kelas tiga sampai kelas lima dan kelas enam sampai delapan.
Tidak ada batasan tentang jenis cerita atau tindakan apa yang dapat dimainkan para guru boneka. Setiap master wayang memiliki kemungkinan tak terbatas untuk mengekspresikan dan menyampaikan keahlian mereka selama pertemuan tersebut.

Panitia utama, Singgih Sri Cundomanik, mengatakan bahwa acara tersebut penting untuk pelestarian wayang karena memberi panggung bagi para empu muda untuk mengasah keahlian mereka dan mendapatkan pengalaman sebagai pemain.

Sumber :Jakatapost

No comments

Powered by Blogger.