Gula Bubuk Dikira Narkoba, Polisi Terpaksa Ganti Rugi Rp 505 Juta


Ilustrasi

         Seorang pria asal Florida menerima 37.500 dolar atau sekitar Rp 500 juta karena polisi telah salah mengira glasir donat atau cairan gula yang dibawanya sebagai meth, atau salah satu jenis narkoba.



Pada 2015, petugas kepolisian Orlando, menangkap Daniel Rushing (65) setelah melaju kencang dari parkiran 7 Eleven dan melihat ada "zat putih berbatu" di lantai mobilnya. Pada waktu itu, Daniel pun bersikeras kepada petugas bahwa itu bukan narkoba.

"Aku terus memberi tahu mereka, 'itu adalah glasir dari donat'. Mereka awalnya mengatakan bahwa itu adalah kokain, kemudian mereka bilang, 'tidak, itu meth, meth berbentuk kristal," kata Daniel kepada The Orlando Sentinel.

Dilansir dari New York Daily News, Daniel telah menghabiskan waktu selama berjam-jam di penjara dan baru bebas setelah membayar jaminan sebesar 2.500 dolar atau sekitar Rp 33,7 juta. Ketika tes laboratorium selesai, ternyata pernyataan Daniel kepada petugas adalah benar. Remah-remah tersebut ternyata memang berasal dari donat.

Kopral Riggs Hopkins dilaporan telah melakukan serangkaian tes obat di jalan yang dilakukan oleh petugas tidak terlatih. Bahkan, dua di antara petugas tersebut positif memakai kokain. Riggs hopkins pun mengundurkan diri seminggu kemudian setelah ditegur.

Daniel menceritakan bahwa dia belum bisa mendapatkan pekerjaan sejak penangkapannya tersebut.

"Aku belum bisa bekerja. Orang-orang melakukan pencarian secara online dan melihat bahwa aku pernah ditangkap," ujar Daniel, dikutip dari Orlando Sentinel.

Akhirnya, dia tidak ingin membiarkan kejadian tersebut memberikan efek buruk padanya dan menggugat kota tersebut atas insiden yang menimpanya. Pihak dari Orlando akhirnya setuju untuk membayar 37.500 dolar kepada Daniel karena penangkapan yang salah.

Daniel bercerita bahwa insiden itu tidak akan mengurungkan niatnya untuk pergi ke toko donat, hanya saja, dia tidak akan memakannya di mobil. 




Sumber : Liputan6

No comments

Powered by Blogger.