Ibu Rumah Tangga dan Mantan TKW Diajari Bikin Sambal dan Abon Bawang Kemasan Botol

Ibu rumah tangga dan mantan TKW mendapatkan pelatihan pembuatan sambal bawang yang dikemas dengan botol. sumber photo:tribunnews

Program pemberdayaan masyarakat, terutama untuk ibu rumah tangga, keluarga TKI, serta mantan TKW, terus digalakkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pemkab Brebes menggandeng Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) mendorong mereka agar mampu berwirausaha utuk membantu perekonomian keluarga.

Seperti yang dilakukan di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Para ibu rumah tangga dilatih dan diajari berwirausaha agar bisa mandiri.

"Program ini diberikan kepada masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," kata perwakilan Tim Divisi Ekonomi Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Indrawan, saat memberikan pelatihan di Balai Desa Pesantunan, Jumat (27/10/2017).

Desa Pesantunan pun dijadikan percontohan Desa Mandiri Lestari (DML).

Sebagai Desa Mandiri Lestari, nantinya warga desa tersebut, diharapkan dapat memanfaatkan potensi lokal yang ada agar dapat dijual dan mendongkrak kesejahteraan.

"Karena desa ini penghasil bawang dan ikan asap, kami akan melatih ibu- ibu membuat satu produk unggulan dari bahan itu. Memaksimalkan potensi lokal yang ada. Sehingga, saat orang ke desa ini, mereka akan mencari, makanan khasnya apa," jelasnya.

Pelatihan yang akan diberikan yakni pembuatan sambal bawang kemasan botol, abon bawang merah, bumbu pasta, dan ikan asap bumbu botol.

Yayasan Damandiri yang dimiliki mantan Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan, Haryono Suyono, itu juga akan mendampingi warga yang telah mengikuti pelatihan tersebut.

"Kami akan mendampingi dari pelatihan, permodalan, pemasaran, kemasan, dan manajemennya," imbuh Indrawan.

Program untuk mengurangi angka kemiskinan itu juga dilakukan dengan menggandeng Universitas Pancasakti (UPS) Tegal.

"Program pemberdayaan keluarga miskin harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh. Tidak hanya dari sisi kewirausahaan atau ekonomi, kami juga akan mendampingi dalam bidang kesehatan, dan pendidikan," kata pendamping program dari UPS Tegal, Mobinta Kusuma.

Di Desa Pesantunan, kata dia, sudah terbentuk KUD Berkah Mandiri. KUD ini sebagai ujung tombak bersama dengan kepala desa untuk mewujudkan desa tersebut sebagai Desa Lestari.

Desa Pesantunan masuk sebagai satu desa miskin di Jawa Tengah.

Sedangkan di Brebes, jumlah warga miskinnya termasuk yang paling banyak di Jawa Tengah. Kabupaten paling barat di Jateng itu nangkring di lima besar jumlah penduduk miskin terbanyak di Jateng.

Jumlahnya yakni mencapai 19,74 persen dari penduduk 1,78 juta atau sekitar 350.000 orang.

Terpisah, Bupati Brebes, Idza Priyanti, menegaskan upaya penanggulangan kemiskinan di wilayahnya sudah berjalan.

"Bahkan, setiap tahun angkanya selalu mengalami penurunan," kata Idza.

Sejak 2013 sampai 2014, kata dia, angka kemiskinan menurun 22 persen. Pada 2015, juga turun lagi. Pada 2016 sudah sekitar 20 persen dan 2017 sekitar 19 persen.

"Angka resminya ada di BPS. Saya tidak hapal," ungkapnya.

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan di Brebes, setiap tahunnya selalu mendapatkan porsi yang besar dari alokasi APBD.

Misalnya di 2016, APBD Brebes menganggarkan Rp2,6 triliun untuk program-program pengentasan kemiskinan. 

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.