Ibunda TKI Aceh Berharap Jenazah Sang Putra Segera Dipulangkan


Jenazah Muhammad Zubir (30), yang tewas ditembak oleh orang yang diduga selingkuhan istrinya, hingga kemarin masih disemayamkan di Hospital Tengku Ampuan Afzan Kuantan, Malaysia. Ibunda korban berharap jasad sang putra bisa segera dipulangkan ke kampung asalnya di Desa Babah Ie, Kecamatan Jaya (Lamno), Kabupaten Aceh Jaya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kabar meninggalnya Zubir membuat syok orangtua dan keluarga besarnya di kampung. Zubir menjadi tulang punggung keluarga yang selalu mengirimkan uang untuk kebutuhan kedua orang tua dan adik-adiknya, termasuk untuk membangun rumah.

Zubir merupakan putra kedua dari sembilan bersaudara dari pasangan Ibrahim (61) dan Rusliah (55). Dari sembilan bersaudara, dua di antaranya meninggal akibat bencana tsunami pada 2004.

“Pada malam sebelum kejadian, Zubir menelepon mengatakan akan pulang membawa uang untuk keluarga,” kenang Rusliah, ibunda almarhum Zubir ketika bincang-bincang dengan Serambi, Sabtu (28/10).

Menurut Rusliah, anaknya itu merantau ke Malaysia sejak lima tahun lalu bersama adiknya, Syahrul Ramadhan yang sama-sama bekerja di usaha doorsmer. Selama lima tahun di negeri jiran itu, kedua anaknya belum pernah pulang.

“Mak, loen akan kuwoe u gampong, nyo raseuki pih kana bacut. Peugah bak ayah bek lakee-lakee rukok le bak gop, menyo han dibi takot weuh hate (Mak, saya segera pulang kampung, rezeki pun sudah ada sedikit. Tolong sampaikan ke ayah jangan minta-minta rokok sama orang, kalau nggak diberi bisa sedih perasaan ayah),” begitu cerita Rusliah mengutip komunikasi terakhir dengan anaknya sehari sebelum kejadian.

Zubir dikabarkan telah mempersiapkan diri untuk pulang kampung dengan membawa uang sekitar 2.000 RM. Namun Tuhan berkehendak lain, dia pergi untuk selama-lamanya akibat penembakan yang merenggut nyawanya.

“Pelaku tidak hanya menghabisi abang kami, tetapi mengambil uang 2.000 RM yang dipersiapkan untuk pulang kampung. Barang lainnya seperti Hp Android dan paspor juga lenyap,” kata Aidil Azhar (23), adik kandung korban.

Dengan linangan air mata, Rusliah mengharapkan kepada Pemerintah Indonesia dan Aceh untuk segera memulangkan jenazah anaknya. “Meski anak saya tidak bisa mewujudkan harapan untuk pulang kampung saat masih hidup, kami sangat berharap agar jenazahnya bisa segera dipulangkan,” ujar Rusliah sambil menahan tangis.

Seperti diberitakan, M Zubir (30), warga Desa Babah Ie, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya, pada Kamis (26/10) sekitar pukul 00.10 tewas ditembak orang tak dikenal di tempat cuci mobil (doorsmeer) yang merupakan tempat ia berkerja. Korban didor pada saat tidur di Felda, Desa Keratong 2 Bandar Tun Razak, Tamping Negeri Pahang, Malaysia.

Dalam perkembangan pengusutan, Zubir diduga ditembak oleh dua orang suruhan seorang perempuan bernama Asmiatun yang tak lain adalah istri M Zubir. Malah salah satu dari eksekutor itu disebut-sebut sebagai selingkuhan Asmiatun.

Karena dianggap mendalangi pembunuhan suaminya, Asmiatun (30) ditahan Polis Malaysia sejak 26 Oktober 2017 siang. Sebelum menikah dengan M Zubir, Asmiatun adalah janda empat anak. “Saat menikah, M Zubir masih berstatus lajang, sedangkan Asmiatun janda,” kata Presiden Komunitas Aceh di Malaysia, Datuk Mansyur bin Usman menjawab Serambi, Jumat (27/10) malam.

Asmiatun yang berstatus Tenaga Kerja Wanita (TKW) itu berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perkenalannya dengan Zubir berujung ke pelaminan. Mereka menikah setahun lalu di Kuantan, Pahang, Malaysia. Namun, dalam pernikahan tersebut pasangan ini belum dikaruniai anak.

Sumber-sumber Serambi di Malaysia maupun Aceh Jaya menyebutkan meski baru setahun berumah tangga, pasangan suami istri itu kerap bertengkar. Pemicunya karena Asmiatun sering pulang lewat tengah malam ke rumah. Apabila ditegur dan dinasihati suaminya, Asmiatun malah marah dan mereka bertengkar lagi. Keretakan rumah tangga pasangan ini kian parah saat Zubir memergoki sang istri jalan berduaan dengan pria lain.

Pada malam sebelum Zubir ditembak pun, ia terlibat pertengkaran lagi dengan Asmiatun. Sempat terlontar ancaman akan saling bunuh. Selain itu, Zubir juga mengancam akan pulang ke Aceh dan sebelum pulang dia akan ceraikan Asmiatun.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.