Inspirasi Bisnis: Ciptakan Warung Nasi Goreng dengan Omzet yang "Lezat"!


Salah satu bentuk olahan nasi yang cukup banyak diminati adalah nasi goreng. Hal ini menjadi suatu peluang dalam dunia bisnis.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Disadur dari buku ‘Top 50 Bisnis Rumahan Super Tajir’ terbitan pertama tahun 2014, berikut peluang usaha mengenai agen warung nasi goreng.

A. Peluang Bisnis

Nasi goreng menjadi makanan alternatif ketika bosan dengan masakan rumah atau tidak memiliki waktu untuk memasak lauk pauk. Di sinilah peluang bisnis terbuka.

B. Persiapan Memulai Bisnis

1. Membeli peralatan memasak mulai dari kompor, penggorengan, dan bahan bakunya.

2. Mencari resep nasi goreng yang pas di lidah warga sekitar.

3. Survei bahan baku yang murah dan berkualitas.

4. Menggunakan nama tempat bisnis yang mudah diingat orang lain.

5. Mencoba memberikan contoh hasil masakan anda ke orang terdekat untuk mengetahui pendapat mereka.

C. Strategi Bisnis

1. Menambah variasi jualan, seperti air mineral, teh botol, atau minuman ringan lainnya.

2. Buat inovasi dengan menyediakan jasa antar untuk jarak tertentu.

3. Buat nasi goreng yang lebih variatif dengan menambahkan bahan-bahan makanan yang baru seperti daging ayam, daging sapi dan keju.

4. Gunakan nama menu yang menarik agar mudah diingat orang lain seperti nasi goreng gila atau nasi neraka.

D. Hambatan Bisnis
1. Persaingan dengan usaha sejenis yang lebih dahulu mulai.

2. Beberapa konsumen yang seleranya tidak sesuai dengan hasil masakan kita.

3. Kenaikan harga bahan baku yang memaksa kita menaikkan harga jual.

E. Tips Bisnis

1. Menjaga kualitas nasi goreng yang kita buat.

2. Selalu menjaga kebersihan tempat usaha.

3. Menerima masukan yang diberikan oleh pelanggan.

F. Analisis Bisnis


Masa manfaat peralatan adalah 3 tahun (36 bulan) dan memiliki nilai residu sebesar Rp100.000. Biaya penyusutan per bulan adalah (Rp3.000.000-Rp100.000): 36 dibulatkan menjadi Rp81.000 per bulan.

Harga per porsi nasi goring Rp8.000. Dalam sehari asumsi laku sebanyak 20 porsi. Jadi omzet per bulan adalah Rp8.000x20x30 = Rp4.800.000.


Analisis Break Even Point (BEP)

Omzet Rp4.800.000 dengan total biaya operasional Rp2.081.000 di mana laba menjadi Rp2.719.000. Prediksi balik modal sekira 2,2 bulan.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.