Inspirasi Bisnis: Menariknya Usaha Suvenir Pernikahan, Tiap Minggu Dibutuhkan!


Pasangan pengantin ketika mengadakan pesta pernikahan biasanya membagikan suvenir. Hal ini menjadi peluang bagi masyarakat yang mempunyai kreativitas tinggi dalam kerajinan. Disadur dari buku ‘Top 50 Bisnis Rumahan Super Tajir’ terbitan pertama tahun 2014, berikut peluang usaha suvenir pernikahan.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

A. Peluang Bisnis


Suvenir ini yang menjadi bisnis sangat menggiurkan. Hal ini dikarenakan setiap minggunya ada pesta pernikahan yang memerlukan ratusan bahkan ribuan suvenir untuk tamu undangan. Peluang bisnis ini sudah pasti sangat menjanjikan.


B. Persiapan Memulai Bisnis

1. Menyiapkan diri untuk mulai belajar ketrampilan membuat suvenir.

2. Mencari produsen yang menjual bahan baku dengan harga murah.

3. Mencari referensi model-model suvenir.


C. Strategi Pasar
1. Tentukan target konsumen, untuk kelas atas anda harus membuat suvenir yang terlihat ekslusif.

2. Minimalisasi biaya produksi untuk mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif.

3. Buat jaringan seluas mungkin mulai dari sekitar anda.

4. Selal menyiapkan contoh hasil kreasi suvenir untuk menarik pelanggan baru.


D. Hambatan Bisnis

1. Pesanan bisa saja dibatalkan karena sebab tertentu.

2. Terkadang, waktu penyelesaian yang diminta pelanggan sangat sempit.

3. Pesaingan dengan usaha sejenis yang sudah lebih dulu ada.


E. Tips Sukses

1. Mengetahui dan membuat model suvenir yang sedang menjadi tren.

2. Buatlah kerjasama dengan beberapa wedding organizer untuk bantu memasarkan produk kita.


F. Analisis Bisnis


Masa manfaat peralatan adalah 3 tahun atau 36 bulan dan memiliki nilai residu sebesar Rp100.000. Biaya penyusutan per bulan adalah Rp1.000.000-Rp100.000 dibagi 36 bulan menjadi Rp25.000 per bulan.

Harga Suvenir @10.000, dan dalam sebulan mampu menjual 250 buah suvenir. Jadi omzet per bulan adalah 250 dikali Rp10.000 = Rp2.500.000.

Analisis BEP (Break Even Point)


Diperhitungkan bahwa laba bisnis tersebut adalah omzet sebesar Rp2.500.000 dikurangi total biaya operasional Rp975.000 menjadi Rp1.525.000. Jadi prediksi balik modal adalah investasi awal dibagi oleh laba menjadi sekira 1,1 bulan.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.