Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman TKW Sragen Wami Windasih

sumber photo:solopos

Jenazah tenaga kerja wanita (TKW) asal Sragen yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Malaysia, Wami Windasih, 19, tiba di rumah duka di Dukuh/Desa Kandangsapi RT 009/RW 003, Jenar, Sragen, Jumat (27/10/2017) pukul 09.45 WIB.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Isak tangis ibunda Wami, Parmi, pecah saat ambulans berpelat nomor AB 1518 VH yang mengangkut jenazah Wami tiba. Setelah 35 hari berpisah dengan sang anak, Parmi yang sehari-hari berjualan cilok dan tepo (sejenis lontong) bersua untuk kali terakhir dengan putrinya.

Ayah Wami, Wagiyono, 44, dan sejumlah kerabat mereka juga tak kuasa menahan tangis saat jenazah Wami Windasih tiba.

Pada Selasa (24/10/2017) lalu, bus PT Sony yang mengangkut rombongan karyawan perusahaan, termasuk Windasih, ditabrak bus perusahaan PT Neksus di Malaysia. Tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, termasuk Wami Windasih.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Jawa Tengah (Jateng), Nur Hidayati, dalam sambutannya mengatakan almahumah adalah sosok pahlawan bagi keluarganya. “Saking dene ingin mengurangi beban keluarga, almarhumah menjadi TKW,” ujar dia.

Nur, panggilan akrabnya, berharap semangat dan cita-cita mulia almarhumah untuk mengangkat ekonomi keluarganya dapat diteladani.

Suharno menyampaikan pihak keluarga telah menerima kepergian Wami. “Maturnuwun dateng sedaya pihak yang membantu pemulangan jenazah almarhumah,” ucap dia.

Sedangkan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Sragen, Afif Aji Putra, saat diwawancara wartawan mengapresiasi cepatnya proses pemulangan jenazah almarhumah.

“Ada santunan dari perusahaan, Pemprov Jateng, BNP2TKI, BPJS Ketenagakerjaan, asuransi dari PT Sony, dan PJTKI. Saya yakin tak akan ada potongan santunan ini,” kata dia.

Sumber:solopos

No comments

Powered by Blogger.