Keluarga Kecewa Perusahaan Banyak Alasan, Nasib TKI yang Kecelakaan Jarinya Putus Terancam…

sumber photo:pojoksatu

Perkembangan kasus dugaan kecelakaan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menimpa Hasan Basri (22), pria asal Desa Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon hingga kini masih belum kejelasan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Keluarga menunggu informasi dari perusahaan penyalur jasa TKI tempat Hasan melamar kerja, Selasa (24/10/2017).

Sebelumnya, diketahui Hasan mengalami kecelakaan kapal pesiar di daerah Gabon, Afrika Utara. Kecelakaan tersebut mengharuskan ibu jari Hasan putus dan tulang punggung patah.

Turinah, Orang tua Hasan, mengaku sering bolak-balik ke Pemalang lantaran ingin mengetahui perkembangan nasib anak terakhirnya itu.

“Saya sudah 3 kali bolak-balik ingin mengetahui perkembangan dan nasib anak saya. PT nya itu berada di Pemalang, Mas,” terang Turinah, orang tua Hasan.

Dilanjutkan Turinah, saat dirinya bersama kakak dan sepupu Hasan mendatangi PT yang berada di Pemalang itu, ia mengaku mendapat perlakuan yang mengharuskan dirinya merasa kecewa.

“Pas saya datang di Pemalang tempat PT nya, saya sama kakak dan sepupu Hasan dikecewain. Bayang kan saja, saya menunggu hingga jam 1 saat PT nya nelpon ke Taiwan, eh malah tidak ditak nelpon. Tidak diberi kepastian. Kita kan kecewa datang-datang jauh dari Cirebon kalau seperti itu,” jelas Turini.

Sementara itu, Suhadi, sepupu Hasan, mengatakan perusahaan di Pemalang yang diketahui bernama PT Puncak Jaya Samudra itu banyak memberi alasan.

Padahal, kata Suhadi, saat Hasan dihubungi lewat telpon seluler mengatakan ingin segera pulang karena tidak tahan dengan rasa sakit.

“PT nya itu banyak alasan. Padahal, saat kami menghubungi Hasan lewat Hp, Hasan ingin segera pulang karena tidak kuat dengan rasa sakit yang dideritanya,” kata Suhadi.

Sumber:pojoksatu

No comments

Powered by Blogger.