Mengenal Kanker Ovarium

ilustrasi
Kanker ovarium menjadi salah satu jenis kanker yang masih menjadi momok bagi kaum perempuan. Berdasarkan penelitian, dalam setiap tahun, ada sekira 7000 perempuan yang didiagnosis menderita penyakit tersebut. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Tapi apa sebenarnya kanker ovarium itu? Tanda-tanda serta kalangan mana kah yang cukup rentan terserang kanker ovarium itu? Dilansir The Sun, berikut beberapa hal yang perlu diketahui seputar kanker ovarium.

Apa itu kanker ovarium?
Kanker ovarium memengaruhi ovarium, yang merupakan sepasang organ kecil yang terletak di rongga panggul perempuan, yang menjadi bagian penting dari sistem reproduksi perempuan saat terhubung ke rahim dan menyimpan telur.

Jika Anda memiliki kanker ovarium, sel-sel di dalam atau di sekitar ovarium Anda mulai tumbuh tidak normal yang dapat menyebabkan tumor. Kanker ovarium dapat memengaruhi salah satu atau kedua indung telur Anda.

Ada beberapa jenis yang dapat memengaruhi perempuan dari segala usia, yakni:

1. Kanker ovarium epitel.
Ini adalah jenis yang paling umum dan menyebabkan sembilan dari 10 kasus. Ini berkembang dalam sel-sel yang melapisi indung telur Anda, tetapi juga dapat memengaruhi sel-sel di saluran telur Fallopi yang menghubungkan ovarium Anda ke rahim.

2. Kanker ovarium nonepithelial.
Jenis kanker ovarium ini jauh lebih jarang terjadi, dan memengaruhi sel-sel di ovarium Anda yang menghasilkan telur. Biasanya tipe ini akan memengaruhi perempuan yang lebih muda.

Apa saja tanda dan gejala kanker ovarium?
Banyak gejala kanker ovarium yang sulit dikenali, karena mirip dengan kondisi seperti irritable bowel syndrome (IBS).

Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, di antaranya:
1. Perut membengkak
2. Merasa kembung terus-menerus
3. Sering buang air kecil
4. Ketidaknyamanan di daerah perut atau panggul
5. Merasa lekas kenyang saat makan

Bagaimana kanker ovarium diobati?
Pengobatan untuk kanker ovarium tergantung pada jenis dan seberapa jauh penyebarannya.

Pengobatan umum antara lain bisa dilakukan:

1. Pembedahan
Hal ini dilakukan untuk menghilangkan sel kanker dari tubuh. Seringkali ini bisa melibatkan menyingkirkan kedua indung telur, saluran telur dan rahim.

2. Kemoterapi
Hal ini sering dilakukan setelah operasi untuk membunuh sel-sel yang tersisa, menggunakan obat-obatan. Terkadang bisa digunakan sebagai metode untuk mengecilkan kanker sebelum operasi.
Jika kanker telah menyebar terlalu jauh ke seluruh tubuh, tujuan dari dilakukan pengobatan untuk membantu mengurangi gejala dan mengendalikan kanker sebanyak mungkin.

Apakah ada tes darah untuk kanker ovarium?
Jika Anda memiliki gejala kanker ovarium, Anda harus pergi dan menemui dokter umum Anda.

Dokter Anda mungkin akan melakukan beberapa hal, seperti menanyakan tentang gejala, melakukan pemeriksaan internal atau menanyakan tentang riwayat keluarga yang terhubung dengan kanker ovarium.

Mereka mungkin juga mengambil sampel darah untuk tes guna menentukan tingkat zat yang disebut CA125.

Tingkat tinggi zat ini, yang diproduksi oleh beberapa sel kanker ovarium, bisa menjadi indikator kanker ovarium. Namun bisa juga menunjukkan hal-hal yang kurang serius seperti fibroid atau kehamilan.

Jika Anda memiliki tingkat tinggi, Anda mungkin diminta untuk melakukan pemindaian ultrasound untuk menentukan penyebabnya.

Tes lebih lanjut dapat dilakukan di rumah sakit, termasuk CT scan, sinar-X atau bioposium jarum, dimana sel diambil dari indung telur Anda.

Siapa yang paling berisiko terkena kanker indung telur? Sejumlah hal dapat meningkatkan risiko kanker ovarium, termasuk:

1. Usia
Perempuan berusia di atas 50 tahun memiliki risiko yang lebih besar dari usia di bawah itu.

 2. Riwayat keluarga
Jika kanker ovarium atau payudara pernah menyerang salah satu anggota keluarga, maka Anda cukup berisiko untuk mengalami hal yang sama.

 3. Berat Badan
Berat badan yang berlebihan, bisa menjadi indikasi kemungkinan Anda terserang penyakit itu

 4. Jika Anda memiliki endometriosis, dimana jaringan yang berperilaku seperti lapisan rahim tumbuh di luar daerah rahim, ini bisa menambah besar risiko terkena. Jika sudah menjalani terapi sulih hormon (hormone replacement therapy / HRT), ada kemungkinan kecil hal ini bisa meningkatkan risiko Anda.

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.