Nenek di Jepara Ini Seorang Diri Rawat 3 Anaknya yang Gangguan Jiwa

sumber photo:detik
Seorang nenek berusia 65 tahun di Kabupaten Jepara hidup bersama tiga anaknya yang mengalami gangguan jiwa. Tiap hari, ia seorang diri merawat ketiga anaknya tersebut.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Warga Desa Kendeng Sidialit RT 3 RW 1 Kecamatan Welahan biasa memanggilnya Mbok Jampi. Ia sangat menyayangi ketiga anaknya, meski mereka mengalami gangguan jiwa dan sulit berkomunikasi.

Beban Mbok Jampi kian berat setelah Supangat (70), suaminya meninggal dunia setahun lalu. Sebenarnya, ia miliki dua anak perempuan lainnya. Namun keduanya sudah berkeluarga dan hidup bersama suami.

"Ketiga anak saya lahir dalam kondisi sehat dan normal. Namun, musibah ini datang setelah mereka sudah lulus SD dan bekerja," Mbok Jampi mengawali cerita di rumahnya, Senin (9/10/2017).

Saat itu, anak ketiganya Sutrisno (40) lulus SD dan bekerja membuat roti di Jakarta. Tiba-tiba pulang mengaku linglung dan menceritakan ketakutannya melihat teman kerjanya mengalami kecelakaan, terkena mesin penggilingan.

"Setelah itu, Sutrisno seperti linglung dan sulit berkomunikasi," katanya. Ia lupa persisnya musibah itu menimpa, namun, dikatakannya sekitar 1983 silam. "Saya kok lupa ya, mulai tahun berapa. Tapi sepulang Sutrisno kerja di Jakarta," imbuhnya.

Perubahan kejiwaan Sutrisno kemudian diikuti oleh adiknya, Suheri (35), yang belakangan justru sering mengamuk. Lebih memprihatinkan, anak bungsunya yang terus memikirkan kedua kakakanya pun kebiasaannya ikut terguncang.

"Kalau Margono (anak bungsu) awalnya kepikiran kakaknya, malu dan sering diam," papar pedagang nasi keliling ini.

Semua upaya sudah dilakukan oleh Suaminya, yang saat itu masih hidup. Mulai dari pengobatan tradisional, "orang pintar" dan terakhir di RSUD Kartini Jepara.

"Sudah dibawa ke mana-mana oleh suami saya saat masih hidup, tapi belum sembuh," tuturnya. Mbok Jampi mengaku belum pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten.

"Pernah mendapat bantuan sembako dari karangtaruna dan Polsek Welahan. Kalau pengobatan di Rumah Sakit Kartini pihak desa yang urus," ucap dia.

Kapolsek Welahan, AKP Rismanto saat menyalurkan bantuannya kepada Mbok Jampi menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi keluarga ini.

"Setelah mendapat laporan dari Babinkamtibmas, saya langsung mendatangi lokasi dan menyalurkan bantuan sembako. Karena saya melihat Mbok Jampi ini seorang janda yang merawat ketiga anaknya seperti itu sendirian," ujarnya.

Selain itu, Kapolsek berkoordinasi dengan pihak desa supaya ada penanganan terhadap ketiga anak Mbok Jampi.

"Kami mendorong pemerintah desa untuk mencari solusi, dan kami siap membantu kalau memang dibutuhkan," pungkasnya. 

Sumber:detik

No comments

Powered by Blogger.