Peluang Bergaya Tawaran Usaha Distro

sumber photo:kontan
Serupa bisnis kuliner, bisnis fesyen juga terus berkembang. Di awal 2000-an, produk fesyen ala distro mulai naik daun sampai kini. Distro yang awalnya menyasar kalangan remaja, kini mulai membidik kalangan dewasa, bahkan para pekerja.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Peluang inilah yang digarap Indra Fajar Saputra asal Jakarta. Lewat District Wear yang didirikannya sejak 2013, ia terjun ke bisnis kemitraan awal September ini. "Kami  akan menawarkan gerai distro yang sudah berjalan dan sudah siap semuanya," jelas Indra.

Saat ini, ada tiga gerai District Wear di Jl Ciledug Raya. Ketiga gerai itulah yang ditawarkan kepada mitra sebagai langkah awalnya.

Paket investasi bisnis distro komplet, yakni senilai Rp 200 juta. Fasilitasnya, tempat usaha, kerjasama selama lima tahun, peralatan dan perlengkapan usaha, produk distro lebih dari 100 item, karyawan serta pelatihan karyawan.

Distro District menjual aneka produk fesyen, seperti kemeja, kaos, jaket, sweater, sepatu, dompet, topi hingga ikat pinggang. Harganya mulai  Rp 110.000-Rp 350.000. "Kami membidik pasar dewasa, terutama para pekerja," ujar Indra.

Ia mengungkapkan  dalam sebulan, gerai distro District Wear rata-rata bisa mengantongi omzet  Rp 20 juta sampai Rp 40 juta. "Untuk bulan-bulan tertentu, seperti Ramadhan dan Lebaran, omzet kami meningkat cukup banyak," tutur Indra.
Pusat tak mengutip biaya royalti atau biaya apapun tiap bulan. Mitra hanya perlu membeli produk distro dari pusat saat persediaannya sudah habis.

Mitra diperkirakan bisa mencapai balik modal sekitar setahun. "Namun, ini tergantung lokasi dan pemasaran," pungkas Indra.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) Levita Supit berpendapat bisnis fesyen memang tengah berkembang saat ini seiring dengan gaya hidup masyarakat. Tak heran jika bisnis distro maupun butik menjamur.

Memang, saat ini distro tidak segencar dulu.  Namun usaha distro tetap menjanjikan, terutama yang menyasar kalangan anak muda dan remaja. "Ada dua hal yang perlu dilakukan jika ingin distro bertahan lama, yakni  kelancaran stok barang dan  kreativitas produk distro. Makin banyak pemain, makin ketat persaingan, jadi harus pintar-pintar cari peluang," tutur Levita. Ia menyarankan para pemain untuk berjual lewat sosial media, web maupun aplikasi.  

Sumber:kontan   

No comments

Powered by Blogger.