Penting! Berikut Alasan Mengapa Perubahan Musim Membuatmu Batuk dan Pilek

ilustrasi
Ladies tentu saat memasuki musim pancaroba keluhan seperti batuk, pilek, dan sedikit demam sudan biasa terjadi. Musim pancaroba sendiri ialah peralihan dua musim utama di negara tropis, yaitu peralihan antara musim hujan dan kemarau.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Musim pancaroba terjadi dua kali selama setahun yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau biasanya terjadi di bulan Maret dan April, dan peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, terjadi di bulan September-Oktober.

Gejala penyakit pancaroba pun dijelaskan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid, dari Rumah Sakit Carolus Jakarta, disebut flu musiman atau seasonal influenza. Gejala utama influenza musiman yang paling sering adalah batuk, pilek, dan rasa panas di tubuh meskipun kadang tidak disertai kenaikan suhu tubuh. Tenggorokan juga terasa kering dan sakit untuk menelan.

“Inilah yang disebut panas dalam,” papar dr. Aswin dalam acara diskusi bertajuk “Cegah Panas Dalam di Musim Pancaroba” yang diselenggarakan oleh Larutan Cap Kaki Tiga.

Nah kamu yang memiliki daya tahan tubuh rendah rentan mengalaminya, termasuk anak-anak, lansia dan penderita penyakit kronis seperti diabetes, pasien paska operasi, atau yang memiliki pola makan buruk dan jarang berolahraga.

Kumpulan gejala panas dalam, dalam istilah medis disebut syndrome, dapat terjadi karena perubahan cuaca ekstrem sehingga menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Ada faktor yang berperan dalam menghadirkan gejala panas dalam, yaitu faktor eksternal seperti virus dan lingkungan, serta faktor internal berupa daya tahan tubuh.

Perubahan cuaca juga mengubah tekanan udara, suhu dan komposisi udara, menyebabkan kuman dan virus di lingkungan semakin berkembang. Bagi penderita alergi, meningkatnya serbuk sari dan debu di udara dapat memicu gejala alergi yang memperberat flu dan panas dalam.

Sumber:vemale

No comments

Powered by Blogger.