Robot Seks Nantinya Bisa Punya Anak?


Robot sex


      Ilmuwan di balik terciptanya robot seks, Sergi Santos, berencana memiliki keturunan dengan mesin buatannya Samantha. Santos meyakini dalam beberapa dekade berikutnya, ia bisa menciptakan robot yang bisa menghasilkan anak.



"Saya bisa membuat mereka punya bayi. Ini tidak terlalu sulit. Saya ingin memiliki anak dengan robot," kata Santos kepada The Sun dan dikutip New York Post, Rabu (25/10/2017).

Samantha adalah robot seks seberat 100 pond dengan delapan program berbeda dan berkemampuan membuat suara orgasme seperti nyata. Robot tersebut dikembangkan perusahaan robotika Spanyol, Synthea Amatus.

Robot tersebut mulai dijual di Inggris bulan lalu dengan harga sekitar $ 5.000 atau sekitar Rp67 juta. Dan robot yang dijual pada versi awal ini menawarkan berbagai fungsi seperti menceritakan lelucon, membahas filsafat dan sinkronisasi klimaks. Pada versi masa depan bisa menawarkan fitur yang lebih ambisius.

Santos meyakini itu semua hanya masalah waktu sebelum pernikahan manusia dan robot bisa terjadi. Boneka-boneka ini nantinya tak hanya disimpan di lemari pakaian pria atau di bawah tempat tidur. 

Rencananya Santos akan melibatkan penggunaan "otak" yang telah diciptakannya pada Samantha namun akan ditingkatkan sehingga kemampuannya berfungsi penuh.

"Dengan menggunakan otak yang telah saya buat, saya akan memprogramnya dengan genom sehingga dia dapat memiliki nilai moral, ditambah konsep keindahan, keadilan dan nilai yang dimiliki manusia. Kemudian untuk menciptakan anak dengan robot ini, itu akan sangat sederhana," tukas Sergi.

"Saya akan membuat algoritma dari konsep ini yang yakini secara pribadi dan kemudian mencampurbaurkan dengan apa yang dia pikirkan dan kemudian mencetak 3D. Saya mencetak robot 3D yang merupakan anak saya dan robot ... saya tidak melihat adanya komplikasi," lanjut Sergi.

Sergi Santos telah mempelajari teknik elektronika, nanoteknologi, AI, ilmu material dan material terapan. Dia adalah seorang ahli ilmu nanoteknologi yang sangat dihormati sebelum memproduksi robot seks, bahkan kuliah di Yale.

Dia sadar rencananya memiliki bayi dengan robotnya akan menimbulkan kekhawatiran. Ketika ditanya dengan robot ini memberi sinyal akhir umat manusia, Santos dengan cepat mengatakan bahwa itu bukan sebuah risiko  


Sumber : Liputan 6

No comments

Powered by Blogger.