Sehat Mana, Telur Coklat atau Telur Putih?

ilustrasi

Telur dianggap sehat, terutama mereka yang berolahraga secara teratur. Banyak orang menganggap telur warna coklat lebih sehat daripada telur warna putih. Benarkah? 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Faktanya telur datang dalam berbagai warna. Warna kulit telur yang berbeda berasal dari pigmen yang diproduksi ayam. Makanya, baik telur putih maupun coklat memiliki nilai gizi yang sama dan sehat.

Seperti dilansir Boldsky, Konsultan Gizi dan Kebugaran Senior Kesehatan Saumya Satakshi mengatakan telur rendah lemak jenuh dan tidak memiliki lemak trans, hanya sejumlah kecil kolesterol.

“Sebagian besar lemak yang ada di dalam telur adalah lemak tak jenuh 'baik' yang kita perlu sehat. Ini hanya salah satu fakta tentang telur,” kata dia.

Dijelaskannya, ada beberapa mitor dan fakta tentang telur yang harus diperhatikan. Antara lain mitos yang mengatakan telur meningkatkan kadar kolesterol darah dan harus dihindari. Faktanya, telur tidak meningkatkan kadar kolesterol darah.

“Infact seharusnya tidak dihindari karena merupakan sumber protein yang sangat baik. Sementara mengukur dampak makanan pada tingkat kolesterol darah kita, tingkat lemak jenuh dan lemak trans-lemak (yang 'buruk') harus diperhitungkan,” beber dia.

Ada juga mitos yang menyebut mencuci telur sebelum digunakan bisa menghilangkan bakteri salmonella yang ada pada mereka. “Faktanya, banyak dari kita memiliki kebiasaan mencuci telur sebelum menyimpannya di kulkas. Nah, bakteri salmonella sebenarnya ada di dalam telur dan bukan pada permukaan telur atau kulit telur. Makanya, mencuci telur tidak akan benar-benar membantu menghilangkan bakteri,” paparnya.

Selain itu, mengkonsumsi banyak telur dalam sehari adalah buruk bagi kesehatan. Menurut Saumya, tidak hanya telur, mengkonsumsi apapun dengan jumlah yang terlalu banyak atau berlebihan tidak baik untuk kesehatan. 

Telur Coklat atau Telur Putih, Mana yang Sehat?

Telur dianggap sehat, terutama mereka yang berolahraga secara teratur. Banyak orang menganggap telur warna coklat lebih sehat daripada telur warna putih. Benarkah? 

Faktanya telur datang dalam berbagai warna. Warna kulit telur yang berbeda berasal dari pigmen yang diproduksi ayam. Makanya, baik telur putih maupun coklat memiliki nilai gizi yang sama dan sehat.

Seperti dilansir Boldsky, Konsultan Gizi dan Kebugaran Senior Kesehatan Saumya Satakshi mengatakan telur rendah lemak jenuh dan tidak memiliki lemak trans, hanya sejumlah kecil kolesterol. 

“Sebagian besar lemak yang ada di dalam telur adalah lemak tak jenuh 'baik' yang kita perlu sehat. Ini hanya salah satu fakta tentang telur,” kata dia. 

Dijelaskannya, ada beberapa mitor dan fakta tentang telur yang harus diperhatikan. Antara lain mitos yang mengatakan telur meningkatkan kadar kolesterol darah dan harus dihindari. Faktanya, telur tidak meningkatkan kadar kolesterol darah. 

“Infact seharusnya tidak dihindari karena merupakan sumber protein yang sangat baik. Sementara mengukur dampak makanan pada tingkat kolesterol darah kita, tingkat lemak jenuh dan lemak trans-lemak (yang 'buruk') harus diperhitungkan,” beber dia.

Ada juga mitos yang menyebut mencuci telur sebelum digunakan bisa menghilangkan bakteri salmonella yang ada pada mereka. “Faktanya, banyak dari kita memiliki kebiasaan mencuci telur sebelum menyimpannya di kulkas. Nah, bakteri salmonella sebenarnya ada di dalam telur dan bukan pada permukaan telur atau kulit telur. Makanya, mencuci telur tidak akan benar-benar membantu menghilangkan bakteri,” paparnya. 

Selain itu, mengkonsumsi banyak telur dalam sehari adalah buruk bagi kesehatan. Menurut Saumya, tidak hanya telur, mengkonsumsi apapun dengan jumlah yang terlalu banyak atau berlebihan tidak baik untuk kesehatan. 

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.