Sekarat dan Tak Ada Biaya, Ginjal TKI di Malaysia Mau Dijual Pihak Rumah Sakit

Maimunah, orangtua dari TKI bernama Wawan saat ditemui di rumah kontrakannya. Maimunah berharap pemerintah mau meringankan beban keluarganya.sumber photo:tribunnews

Hati siapa yang tak perih ketika mendapat kabar anaknya di perantauan dalam kondisi sekarat.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Inilah yang dirasakan Maimunah (40), ibu beranak lima. Anak sulungnya bernama Wawan (21) yang tengah merantau di Malaysia kini terancam kehilangan ginjal.

Sudah beberapa minggu ini kondisi Wawan kritis.

Menurut Maimunah, anaknya itu mengidap penyakit paru dan sudah tidak bisa duduk.

Wawan kini dirawat di Rumah Sakit Kajang, Selangor, Malaysia.

"Karena tidak ada biaya, pihak rumah sakit mau menjual ginjal anak saya. Di sana, anak saya dirawat tanpa asuransi kesehatan," kata Maimunah dengan mata berkaca-kaca, Selasa (24/10/2017).

Sembari duduk menopang dagu di rumah berdinding papannya itu, Maimunah mengaku sudah berupaya meminta bantuan sang kerabat yang ada di Malaysia.

Namun, kerabatnya itu justru takut menolong lantaran Wawan dianggap sebagai pekerja ilegal.

"Anak saya berangkat ke Malaysia sejak 2014 lalu. Dia menggunakan paspor pelancong," kata Maimunah.

Selama di Malaysia, Wawan sempat berganti-ganti pekerjaan.

Terakhir kali, Wawan bekerja di toko perabot kawasan Selangor, Malaysia.

"Saya sudah datangi konsulat Malaysia di Medan. Tapi pihak konsulat mengaku hanya mengurusi warga negara Malaysia yang ada di Indonesia saja," kata warga Jalan Melati, Sari Rejo, Medan Polonia ini.

Maimunah berharap, Wawan bisa segera dipulangkan.

Di Medan, katanya, Wawan punya BPJS. Sehingga pihak keluarga lebih mudah merawatnya.

"Wawan ingin pulang, tapi sudah tidak ada biaya. Kami pun bingung harus bagaimana lagi," ungkap Maimunah ditemani anak perempuannya.

Yang membuat hati Maimunah semakin hancur tatkala bos di tempat Wawan bekerja membiarkannya begitu saja.

Bahkan, ketika mengetahui Wawan sakit, bos toko perabotan itu malah memecat Wawan, dan membiarkannya dalam kondisi kritis.

Sumber:tribunnews


No comments

Powered by Blogger.