Setelah Anaknya Menikah, Pengusaha Ini Rugi Rp 6,6 Triliun, Kok Bisa?


pernikahan

     Pernikahan merupakan hari bersejarah yang diharapkan memberikan keberuntungan. Namun bagaimana jika hal itu membawa kerugian yang luar biasa? Dilansir Grid.ID dari Stomp, hari terbaik untuk menikah di Tiongkok biasanya dilakukan selama pekan emas yang merupakan hari nasional.



Salah satu keluarga terkaya di negara itu pun melakukan pernikahan megah untuk anaknya.

Mempelai pria bernama Wu Jinhua menikah dengan gadis bernama Wu Liangding yang berusia 27 tahun.

Mereka melakukan resepsi dengan 2 gaya, yaitu gaya Tiongkok dan gaya Barat karena mempelai perempuan berasar dari Barat.
Proses resepsi pernikahan ini dilakukan selama 2 hari.

Rombongan tamu dibawa ke tempat megah diikuti oleh serangkaian hadiah dan mobil mewah.

Banyak mengira tempat pernikahan yang megah itu adalah sebuah taman.

Namun, taman bergaya Tiongkok ini sebenarnya adalah bagian dari rumah keluarga Wu.

Selama upacara tradisional Tionghoa, pengantin perempuan ikut serta dalam opera yang ditampilkan.

Pasangan itu kemudian mengucapkan janji pernikahan dengan gaya Barat dengan beberapa saksi orang kaya terkenal di Tiongkok.

Namun, ketika pasar saham Tiongkok dibuka kembali pada Senin (9/10/2017), harga saham keluarga Wu turun.

Penurunan ini mengakibatkan kerugian sebesar 2,4 miliar yuan atau setara dengan Rp 6,6 triliun.

Ayah Wu, pendiri Wanfeng Auto Holdings Group, adalah salah satu milyarder top Tiongkok dengan kekayaan bersih sebesar Rp 43 triliun.

Tidak dijelaskan secara rinci alasan kenapa harga saham bisa turun drastis setelah pernikahan beda negara ini. 


Sumber : Grid

No comments

Powered by Blogger.