Tega, Majikan Bakar Dada dan Wajah Nurhayati Saat Tidur, TKW Arab Saudi Cacat Permanen

sumber photo:tribunnews
Nuryati (30), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Majasari, Kabupaten Indramayu, mengalami cacat permanen akibat disiksa majikan selama bekerja sembilan tahun di Arab Saudi.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Ketua DPC SBMI Indramayu Juwarih mengatakan Nuryati mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dan akibatnya kedua tangan, dada dan wajahnya cacat permanen.

Nurayati bekerja selama hampir sembilan tahun dan dalam kurun waktu itu disekap dan diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya di daerah Madina.

“Selama sembilan tahun dia hanya diam di dalam rumah saja, ketika majikannya keluar pintu rumah dikunci dari luar,” kata Juwarih menirukan pengaduan Nuryati.

Nuryati bercerita, awalnya majikan perempuan tidak kasar kepadanya walaupun tetap tidak diperbolehkan keluar rumah. Namun setelah sudah satu tahun bekerja majikannya itu berubah tidak manusiawi.

“Saya sering dipukul, ditampar dan kepala saya dibentur-benturkan ke tembok, serta majikan sering membentak-bentak walaupun saya tidak melakukan kesalahan,” kata Nurayati.

Sementara cacat permanen lalu menimpanya pada 2013 di mana saat dia tertidur, sang majikan bertengkar.

Entah apa sebabnya, majikan perempuan menyiram Nurayati dengan cairan seperti bensin yang kemudian membakar bagian tangan, dada dan wajah wanita Indramayu ini.

Setelah menerima pengaduan dari Nuryati, Juwarih akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan tim advokasi DPN SBMI di Jakarta.

“Kami akan mengkaji dan mengumpulkan bukti-bukti sebelum menyampaikan pengaduan ke BNP2TKI dan ke Kemenaker,” kata Juwarih, dilansir Antara, Selasa (10/10/2017).

Pihaknya juga akan memperjuangkan sisa gaji yang belum dibayar oleh majikan sekitar kurang lebih Rp180 juta lagi.

Sementara itu seperti yang dilansir Suara Cirebon, kekerasan fisik yang diperoleh Nurhayati diantaranya yang paling parah ialah disiram bensin lalu disulutkan api,  hingga lukanya menyebabkan cacat permanen.

Apa yang dialami oleh Nuryati atas siksaan yang diberikan sang majikan itu terjadi setelah bekerja hampir satu tahun, meskipun tidak berbuat kesalahan tetap mendapatkan perlakuakn tidak manusiawi.

“Setelah sudah 1 tahun bekerja majikan mulai memperlakukan tidak manusiawi, sering dipukul, ditampar, dan kepala saya dibentur-benturkan  ke tembok, serta majikan sering membentak-bentak walaupun  tidak melakukan kesalahan,” keluh Nurhayati, saat mengadukan ke SBMI Indramayu, Minggu (8/10/2017).

Lanjut Nurhayati, yang paling sering dilakukan oleh majikan terhadap dirinya  ialah mengunci pintu dari luar saat keluar rumah. Yang paling parah perlakuan majikan terjadi di tahun 2013. 

Saat itu ia (Nurhayati, red) tengah tidur dan majikan sedang bertengkar,  tanpa ada sebab tiba-tiba majikan perempuan menyiramkan bensin kemudian membakarnya, begitu bangun kaget melihat ada api ditubuh langsung menuju kamar mandi.

“Dada dan bagian wajah terbakar, hanya diobati salep oleh majikan, itu yang membuat saya seperti ini, kedua tangan, dada, dan wajah saya cacat permanen,” jelas Nuryati.

Sementara itu Ketua SBMI Indramayu, Juwarih mengaku akan segera menindaklanjuti aduan Nurhayati, dan berkoordinasi dengan tim advokasi DPN SBMI yang di Jakarta, untuk mengkaji serta mengumpulkan bukti-bukti yang ada, sebelum menyampaikan aduan ke BNP2TKI dan Kemenakertrans.

Lanjut Juwarih, pada Tanggal 21 Juni 2008 Nuryati diberangkatkan ke Arab Saudi melalui PT Arafa Duta Jasa, kerja selama 9 tahun hanya mendapat gaji kurang lebih sekitar Rp121 Juta, baik yang sudah dikirim sebelumnya maupun yang dibawa pada saat Nuryati pulang dari Negara Arab Saudi.

“Kami juga akan memperjuangkan sisa gaji yang belum dibayar oleh majikan sekitar kurang lebih Rp180 juta lagi,” kata Juwarih.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.