Terlahir Sebagai Perempuan, Bayi Ini Dibuang ke Tong Sampah

ilustrasi
Bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan ditemukan di tempat sampah. Ia berada dalam kantung plastik dan dikerubungi semut.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Orok yang dalam kondisi tanpa busana itu ditemukan oleh orang yang lewat dan mendengar suara tangisan bayi dari dalam tong sampah. Dheeraj Rathore yang mengelola warung teh mengaku mendengar suara bayi itu menangis pada Sabtu 14 Oktober 2017 dini hari.

"Saya sedang melewati tempat sampah saat suara bayi menangis. Saya terkejut melihat kepala bayi mencuat dari kantung berwarna merah di tong sampah, di antara semak-semak."

"Semut ada di sekujur kepala dan tubuhnya."

Rathore kemudian meminta bantuan dari dua temannya. Ia dan kedua temannya kemudian membersihkan serangga dari tubuh bayi itu, lalu membungkusnya dengan kain dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/10/2017), polisi di Bhopal negara bagian Madhya Pradesh, India bahwa bayi malang itu dibuang karena tak berjenis kelamin laki-laki.

Staf medis mengatakan kondisi anak sangat kritis. Beratnya hanya 1,5 kg dibanding bobot normal bayi yang berkisar antara 2,5 hingga 4 kg.

Saat dibawa ke rumah sakit, dia juga memiliki beberapa luka dan bekas memar pada tubuhnya yang menunjukkan terjadi kekerasan fisik kepadanya.

Kini kepolisian setempat telah mendaftarkan sebuah kasus temuan bayi itu dan melakukan pencarian orangtuanya.

Di banyak negara bagian India, preferensi anak laki-laki daripada perempuan kerap menjadi masalah. Tercatat kurang dari 800 anak perempuan lahir setiap 1.000 anak laki-laki.

Hal itu terjadi karena anak perempuan secara tradisional harus memberikan mas kawin yang mahal harganya. Mereka juga akan meninggalkan keluarga sehingga tak ada yang merawat orangtua.

Sementara anak laki-laki juga secara tradisional dipandang sebagai ahli waris potensial untuk properti dan bisnis keluarga, namun pegiat kesetaraan gender mencoba untuk mengubah pandangan ini.

Sumber:liputan6

No comments

Powered by Blogger.