<-->

TKI Asal Kalijambe Sragen Ditemukan Tewas Misterius di Korea

sumber photo:joglosemar
Kabar duka kembali datang dari pahlawan devisa Sragen. Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Agung Cahyono (24) asal Dukuh Rejosari RT 6, Desa Donoyudan, Kalijambe dikabarkan tewas di negara tempatnya bekerja yakni di Korea Selatan.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Hingga kini kabar penyebab kematian korban masih misterius sehingga pemulangan jenasahnya juga masih menunggu proses otopsi dari pihak kepolisian setempat. Meski ada kabar menderita sakit, namun laporan dari konsulat jenderal RI di Korsel menyebutkan bahwa korban ditemukan tewas di kamar yang pintunya terkunci.

Informasi yang dihimpun dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, kematian korban diketahui dari kabar yang diterima pihak keluarga dari tetangga yang kebetulan juga menjadi TKI di negara yang sama.

Kepala Disnaker Sragen, Pujiyatmoko mengungkapkan berdasarkan keterangan dari KJRI di Korsel, jasad korban ditemukan di dalam kamar dalam kondisi terkunci.

Karena kondisi kematiannya dianggap mencurigakan, tradisi dari kepolisian setempat harus melakukan otopsi dan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematian. Sehingga, hingga kini, penyebab kematian korban masih belum bisa dipastikan.

“Keterangan dari KJRI di Korsel seperti itu. Jadi tahunya korban meninggal itu setelah kamarnya didobrak karena sebelumnya dalam kondisi terkunci. Tradisi di sana, kalau ada kematian yang mencurigakan harus menunggu visum dan hasil otopsi dulu. Sehingga pemulangan jenasahnya juga harus menunggu,” paparnya Kamis (12/10/2017).

Pujiyatmoko menguraikan diperkirakan hasil otopsi baru bisa diketahui sepekan kemudian. Perihal kepulangan jenasah, nantinya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari KJRI di Korsel, BNP2TKI serta Kementerian Tenaga Kerja RI yang mengurusi. Namun, Pemkab sudah menyatakan siap untuk membantu pengurusan santunan dan hak-hak korban.

“Nanti secara otomatis akan kita koordinasikan dengan Kemenaker pusat,” jelas Puji.

Ia memastikan dari riwayatnya, korban berangkat ke Korsel secara legal. Korban berangkat melalui program pemerintah ke pemerintah atau G to G antara Indonesia dengan Korsel.

Kasie Trantib Kecamatan Kalijambe, Agus Subagyo mengungkapkan dari keterangan keluarga korban, korban diketahui memiliki istri dan satu anak yang berusia lima bulan.

Dari informasi yang disampaikan keluarga, korban ditemukan tewas di dalam kamar mandi area perusahaan dan diduga karena sakit. Namun sakitnya apa belum bisa diketahui secara detail.

Sebelum berangkat, korban diketahui melakukan pelatikan di LembagaPelatihan Keterampilan (LPK) Mirae di Gemolong dan berangkat melalui BNP2TKI Sragen.

Sementara menurut orangtua korban, Mariyo, kematian putranya itu diketahui Rabu (11/10) dari pemberitahuan tetangganya yang ada di Korsel.

Dari informasi yang diterimanya, putranya meninggal pada rabu (11/10) sekitar pukul 09.00 WIB di kamar mandi perusahaan tempatnya bekerja. Ia juga sudah pasrah dan tidak akan menuntut secara hukum.

Ia hanya berharap jenasah putranya bisa secepatnya dipulangkan ke Indonesia agar bisa dimakamkan di kampung halaman. Sementara, kabar kematian korban membuat istrinya sempat syok dan pingsan. 

Sumber:joglosemar

No comments

Powered by Blogger.