Warga China Dihebohkan dengan Kemunculan Jamur Raksasa

sumber photo:okezone

Hampir lebih dari 120 ribu orang dari seluruh negeri Tirai Bambu melakukan perjalanan ke kota kecil di China Selatan. Ratusan orang tersebut melakukan perjalanan Ke Desa Luoqiping di Kota Tengchong hanya untuk melihat jamur putih.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pasalnya jamur tersebut tumbuh dengan keunikan dibandingkan jamur pada umumnya. Jika biasanya kita melihat jamur putih paling besar memiliki lebar seukuran telapak tangan, jamur putih satu ini tumbuh dengan ukuran tinggi 1 meter dan lebar 40 centimeter (cm).

Warga yang datang mengaku percaya bahwa jamur tersebut tumbuh dengan membawa keberuntungan. Jamur yang telah diteliti oleh para ahli itu dinyatakan aman untuk dimakan. Sebagaimana dinukil dari Daily Mail, Kamis (26/10/2017), jamur raksasa itu ditemukan oleh seorang pria berusia 81 tahun bermarga Liu pada 19 Oktober lalu.


sumber photo:okezone


Pada awalnya, Liu sempat mengbaikan jamur tersebut, namun jamur itu tumbuh dengan sangat cepat hanya dalam kurun waktu 2 hari. Liu pun kemudian menyampaikan penemuannya kepada tetangga dan bersama-sama memasang pagar kelilin guna melindungi jamur raksasa tersebut. Warga desa kemudian menamainya dengan jamur 'Kaki Gajah'.

Yang Zhuliang seorang peneliti di Kunming Institute of Botany and Chinese Academy of Science, mengatakan bahwa jamur yang sangat besar itu adalah Macrocybe gigantea yaitu jamur yang tidak beracun yang dapat ditemukan di India dan Pakistan. China News melaporkan, dalam sehari jamur itu bisa dilihat oleh sekira 30 orang.

sumber photo:okezone

Beberapa orang yang berkunjung melemparkan uang koin ke jamur untuk mendapatkan keberuntungan. "Saya dayang ke sini beberapa hari lalu untuk melihat jamur raksasa. Tempatnya sungguh penuh sesak," ujar seorang pengungjung, Yao Maoke.

Sayangya, jamur tersebut mulai membusuk dari hari ke hari. Pemerintah daerah Tengyue kemudian memutuskan untuk mencabut jamur itu dan menyumbangkannya ke Perlindungan Tanaman Liar dan Hewan Tengchong untuk dijadikan spesimen tanaman yang diawetkan. Jamur itu kemudian dicabut pada Rabu 25 Oktober atas persetujuan penduduk desa yang sukarela menyerahkannya ke pihak berwenang. 

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.