8 TKI Sibolga Tertipu Bekerja di Malaysia, Satu Orang Tidak Diketahui Keberadaannya

sumber photo:reportasenews
Delapan warga Sibolga yang pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia mendatangi kantor DPRD setempat, Senin (13/11).
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kedatangan warga ini memohon bantuan agar persoalan mereka dengan pihak agensi segera dituntaskan. Pasalnya, telah terjadi dugaan penipuan yang dilakukan agen penyalur tenaga kerja tersebut.

Warga mengaku, selama bekerja di Malaysia, mereka diperlakukan tidak layak, gajinya tidak dibayar, bahkan ada tenaga kerja asal Sibolga hingga sekarang belum diketahui keberadaannya.

Sauna Hutabarat warga Jalan Jati Sibolga mengungkapkan, mereka telah ditipu pihak agensi menjadi tenaga kerja ke Malaysia.

“Pihak agensi menjanjikan kami bekerja dengan upah lumayan besar Rp4.500.000, namun kenyataannya kami hanya diberi gaji Rp2.500.000. Saya bisa sampai ke Indonesia setelah berusaha melarikan diri,” ujar Sauna.

Selain itu pihak agensi yang menawarkan pekerjaan keluar negeri itu menahan berkas asli berupa ijazah dan berkas administrasi lainnya.

“Kami minta bantuan kepada Bapak anggota DPRD untuk membantu mengambil berkas kami tersebut. Kami takut berkas itu disalahgunakan pihak agensi,” pintanya.

Juniar yang juga menjadi korban agensi tenaga kerja tersebut mengaku mengalami hal sangat pahit. Ketika ditawarkan menjadi TKI akan memeroleh penghasilan yang besar, tetapi nyatanya tidak seperti itu.

“Saya diberangkan ke Kuala Lumpur Malaysia, sampai di sana saya ditempatkan di rumah salah seorang majikan. Saya tidak tahan diperlakukan seperti hewan dan selama enam bulan tidak dibayar gaji,” katanya.

“Ironisnya lagi, saya juga dioper-oper bekerja di tempat lain. Karena tak tahan saya pun melarikan diri,” ucap Juniar.

Wakil ketua DPRD yang juga koordinator komisi II, Hendra Sahputra mengatakan akan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami akan berupaya menyelesaikan persoalan ini, apalagi tadi ada ungkapan TKI asal Sibolga sampai kini belum diketahui keberadaannya. Ini harus disikapi serius, kita segera melakukan pertemuan dengan instansi terkait,” sebut Hendra.

Hadir di pertemuan itu, wakil ketua DPRD Jamil Zeb tumori, Kasat Intelkam Polres Sibolga AKP Saut Silitonga, dan anggota komisi II DPRD lainnya. 

Sumber:reportasenews

No comments

Powered by Blogger.