Ajaib !!! Eks BMI Hong Kong Asal Kediri Lahirkan Bayi Bule


Ilustrasi

      Bagaikan ditampar mukanya, begitulah yang dirasakan BD sekeluarga. Bagaimana tidak, eks BMI Korea yang pulang kampung pada Desember tahun kemarin ini, dibulan ke delapan pernikahannya dengan IM, eks BMI Hong Kong dikaruniai bayi yang tidak dikehendaki. Pasalnya, bayi yang dilahirkan IM bukanlah bayi bercirikan gen Jawa, melainkan bercirikan gen Eropa.



BD, eks BMI Korea warga Kota Karanganyar ini mengenal IM saat sejak dirinya masih bekerja di Korea. Perkenalan antara BD dengan IM terjadi pada Mei 2016 melalui sosial media. Perkenalan tersebut, kemudian berlanjut ke arah yang lebih serius. BD dan IM membangun komitmen untuk hidup bersama. Saat kontrak kerja BD di Korea berakkhir pada Desember 2016, dalam perjalanan pulang ke Indonesia, BD menyempatkan diri singgah di Hong Kong hingga 3 hari lamanya untuk menemui IM kekasih yang dia kenal melalui facebook.

3 hari pertemuan mereka, menguatkan komitmen untuk merancang kehidupan berumah tangga. Naamun, BD harus sabar menunggu hingga bulan Maret, masa kerja IM baru berakhir. BD pun menyatakan persetujuannya. Dan resmi, keduanya menjadi pasangan serius yang sedang mempersiapkan pernikahan.

Beberapa hari sesampainya di Indonesia, BD langsung berkunjung ke kota Tahu Kediri, bersillaturrahmi dengan keluarga IM. Dalam sillaturrahmi tersebut, BD juga mengutarakan maksudnya untuk membangun hubungan serius dengan IM. Keluarga IM pun menyetujui dan dengan senang hati menerima BD sebagai calon menantu.

Sebagai kunjungan balasan sekaligus jawaban, Januari 2017, keluarga IM berkunjung ke Karanganyar untuk menentukan hari pernikahan. Lantaran IM baru sampai di Indonesia pada 7 Maret, tak ingin menunda terlalu lama, tanggal 14 Maret, akad nikahpun digelar dengan meriah, baik di Kediri maupun di Karanganyar.

Tidak ada yang ganjil saat itu. Usai melangsungkan pernikahan, keduanya hidup di tanah kelahiran BD, yaitu kota Karanganyar Jawa Tengah. Beberapa saat setelah pernikahan dilangsungkan, IM memperlihatkan tanda-tanda kehamilan. Tentu hal ini disambut gembira oleh kedua orang ttua BD lantaran, kehamilan IM saat itu merupakan cucu pertama kedua orang tua BD.

Dengan penuh kesabaran dan perhatian, masa kehamilan mereka lewatkan dengan rutinitas pemeriksaan ke dokter kandungan, hingga ritual selamatan. Hari kelahiran yang ditunggupun tiba, di bulan kedelapan kehamilannya, IM melahirkan bayi kembar laki-laki.

Saat perawat rumah sakit memberitahu BD, bahwa bayi kembarnya telah lahir, BD spontan terlonjak kegirangan. Namun, saat BD melihat bayi kembar yang baru dilahirkan istrinya, keganjilan mulai muncul. BD melihat bayi yang dilahirkan istrinya memiliki rambut pirang, kulit putih dan berbulu pirang di kulitnya.

Setelah bayi diperbolehkan dibawa pulang, perasaan aneh melihat kondisi bayi tersebut bukan hanya dipendam oleh BD, kedua orang tua BD juga memendam pertanyaan yang sama. Dan dengan penuh kehati-hatian, BD melakukan penyelidikan mengenai kondisi bayi yang dilahirkan anaknya. Saat BD melihat data rekam medik dari dokter kandungan, bayi yang dilahirkan istrinya IM ternyata bukan diusia kehamilan yang ke delapan bulan, melainkan diusia kehamilan yang ke 9 bulan 4 hari.

Saat BD menunjukkan selisih perhitungan usia kehamilan terhadap IM, IM terlihat pucat dan kelabakan. Menangkap gejala tidak beres, akhirnya BD langsung bertanya ke IM, kenapa bayinya berambut pirang, dan setelah beberapa hari dibawa pulang ke rumah, saat mata kedua bayi telah m,uulai kelihatan terbuka, biji mata mereka sama sekali bukan merupakan ciri dari mata orang jawa. Bayi kembar tersebut memiliki mata biru seperti orang eropa.

Disaat IM diam tidak memberikan jawaban, BD mengutarakan maksud IM untuk memeriksakan bayinya ke dokter, lantaran takut terjadi apa-apa atau misalkan memiliki kelainan dengan kedua bayi tersebut. Disaat itulah, Im tiba-tiba mau bersuara. Sambil berlutut di kedua kaki BD, IM mengaku bahwa sebelum pulang, dia beberapa kali berhubungan badan dengan pacarnya di Hong Kong yang merupakan seorang warga Eropa.

“Jujur, saya sangat kecewa dengan kebohongan IM. Saya tulus, serius dan jujur apa adanya mengenai diri saya, tapi dia menyembunyikan aib yang bukan hanya membuat sakit hati dan malu saya sendiri, keluarga besar saya juga ikut malu menanggung aib yang dibuat oleh IM” tutur BD kepada Apakabaronline.com.

Sontak, hal ini membuat BD emosi. Kedua orang tua BD yang kemudian juga ikut mengetahui duduk permasalahannya, ikut tersulut juga emosinya. Malam itu juga, BD sekeluarga mengantar IM kembali ke kedua orang tuanya di Kediri sembari menjelaskan duduk permasalahannya.

“Kedua orang tua IM, awalnya sulit untuk percaya, namun setelah melihat fakta, kondisi kedua bayi ttersebut merupakan fakta yang menjawab dan tidak bisa terbantahkan lagi. Saya sedang memikirkan untuk tes DNA, untuk melengkapi berkas tuntutan saya di pengadilan nanti” imbuhnya.

Saat ini, BD sedang mengajukan gugatan cerai terhadap IM di pengadilan Agama Kediri.


Sumber : apakabaronline

No comments

Powered by Blogger.