Cinta justru menghampiri ketika wajahnya hancur

Ilustrasi

      Cinta itu buta. Begitu orang sering menyebut karena cinta sejati memang tidak mengenal batas usia, ras, atau bahkan bentuk fisik.



Itulah yang dirasakan betul oleh wanita di India bernama Pramodini Roul ini. Wajahnya hancur setelah disiram cairan keras oleh pria yang dia tolak lamarannya. Insiden itu terjadi ketika Pramodini berusia 15 tahun.

Setelah itu, wanita yang biasa disapa Rani oleh keluarganya itu harus menghabiskan hari-harinya di rumah sakit. Wajahnya hancur. Matanya buta.

Selama 10 tahun terakhir, dia sudah menjalani lima operasi. Termasuk untuk mengoreksi penglihatannya di mata kiri, demikian dikutip dari The Sun, 8 November 2017.

 "Saya telah buta dan berbaring terus-terusan di rumah sakit adalah penderitaan tambahan," kata dia. Di tengah penderitaannya itu, cinta justru datang menghampiri. Rani mengaku kini memiliki lagi alasan untuk hidup.

Cinta sejati itu datang dalam wujud seorang pria bernama Saroj. Sepasang sejoli ini sudah bertunangan dan segera menikah dalam waktu dekat.

"Saroj benar-benar memperlakukanku seperti ratu. Dia mencintaiku apa adanya. Dia selalu mendorongku untuk menjalani hidup dengan bahagia," kata Rani.

Wanita 25 tahun itu pun merasa beruntung memiliki Saroj. Dia mengaku bertemu Saroj pada Maret 2014. Pemuda itu adalah teman perawat yang menjaga Rani, demikian dikutip dari laman Dailymail. 

Benih-benih cinta mulai muncul ketika Saroj mulai mengunjungi Rani secara reguler. Hingga kini, Saroj (26) tetap setia mengunjungi Rani setiap hari untuk menyemangati kekasihnya itu. Dia bahkan rela melepas pekerjaannya untuk menjaga Rani di rumah sakit.

Tim dokter sempat menggunakan kulit dari kaki Rani untuk menutupi luka di wajahnya. Namun, upaya ini kurang berhasil karena tempelan kulit malah menimbulkan infeksi baru.

Dokter juga menyampaikan kepada Sang Ibu, Rani membutuhkan sedikitnya 4 tahun untuk bisa berjalan lagi. Dikutip dari laman Mirror.




Sumber :

No comments

Powered by Blogger.