Derita Tumor Otak, Bocah 10 Tahun di China Donorkan Tubuhnya

ilustrasi
Mulia sekali hati seorang anak laki-laki di China ini. Meski sedang menderita sakit yang berat, ia tetap ingin memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
 
Sebagaimana diwartakan Asia One, Kamis (2/11/2017), Cao Junming diketahui menderita tumor otak. Meski telah menjalani perawatan media, namun kondisinya tak juga membaik. Mengetahui usianya tidak akan lama lagi, ia pun memutuskan untuk menyumbangkan organ tubuhnya.

Anak laki-laki berusia 10 tahun itu mengaku melakukan hal tersebut karena ingin membantu orang-orang yang membutuhkan. Junming menyampaikan keinginannya itu kepada orangtuanya.

Awalnya, kedua orangtuanya tak menyetujui keinginan tersebut. Namun, ia tetap mendesak sang ayah untuk menandatangani formulir donasi.

Keinginannya itu disampaikan saat kondisi Junming sudah semakin buruk. Ia sudah tak dapat lagi mendengar dan melihat.

Junming sudah didiagnosis menderita tumor otak pada Mei 2013. Kondisinya semakin memburuk sejak akhir 2016.

Orangtua anak laki-laki tersebut akhirnya memutuskan untuk menghormati pilihan sang anak. Ia pun menandatangani formulir pendaftaran itu pada 14 Maret. Permintaan ini menjadi pilihan yang sulit bagi mereka.

Menurut ibu Junming, keputusan itu dibuat oleh anak laki-lakinya sendiri. Ia termotivasi oleh kebaikan seorang pria yang pernah membantunya menemukan orangtuanya saat dia tersesat. Sejak saat itu, Junming menjadikan pria itu sebagai model untuk melakukan perbuatan baik.

Kini, bocah yang tinggal di Benxi, Provinsi Liaoning, China, itu telah meninggal dunia. Junming menembuskan napas terakhirnya pada 29 Oktober 2017.

Tubuh Junming pun telah dikirim ke Rumah Sakit Umum Militer Shenyang untuk penelitian medis. Sesuai kehendaknya, tubuhnya akan didonorkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Ia menjadi pendonor termuda di Benxi

Hal serupa juga pernah dilakukan oleh seorang gadis di Somerset, Inggris. Perempuan berusia 13 tahun itu memutuskan untuk mendonorkan delapan organnya setelah divonis menderita aneurisme otak.

Jemima menyumbangkan jantung, pankreas, sepasang paru-paru, sepasang ginjal, usus halus, serta hatinya setelah ia mengembuskan napas terakhir pada 2012

Menurut kedua orangtuanya, pendonoran ini dilakukan atas keinginan anaknya sendiri. Putrinya mengatakan keinginannya tersebut empat hari sebelum meninggal dunia. Jemima memutuskan hal tersebut setelah melihat kerabatnya meninggal dunia dalam kecelakaan. 

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.